oleh

Dicekoki Miras, Wanita Ini Diduga Digilir 5 Pemuda Hingga Hamil

benuanta.co.id, NUNUKAN – Seorang perempuan berusia 18 tahun di Kabupaten Nunukan diduga dicabuli lima pemuda secara bergiliran. Aksi itu dilakukan saat korban dalam keadaan mabuk minuman keras (Miras).

Kapolres Nunukan, AKBP Ricky Hadiyanto melalui Kapolsek Nunukan, Iptu H Supangat menceritakan, kejadian ini bermula saat Melati dijemput seorang pelaku berinisial OG (20) yang tak lain merupakan teman korban bersama pelaku lainnya menggunakan mobil untuk jalan-jalan, Selasa 11 Mei 2021 lalu.

Setelah berkeliling Nunukan, Melati lantas diajak mampir ke rumah OG di Jalan Pembangunan, Kelurahan Nunukan Barat bersama pelaku lain yaitu yakni RA (19), AB (20), AL (21), BE (19).

“Di rumah tersebut korban di paksa dan diajak untuk menenggak minuman miras jenis black Jack,” kata Supangat, Rabu (8/12/2021).

Baca Juga :  Gegara Korsleting Listrik, Apotek Tanjung Selor Alami Kerugian Rp 40 Juta 

Tak terbiasa menenggak Miras, menyebabkan korban mabuk berat dan sempat muntah lalu terbaring di atas kasur dalam ruang tamu OG dalam keadaan tak berdaya.

Seorang teman korban berinisial DS diketahui sempat ke rumah OG, untuk melihat korban. Namun melihat kondis korban yang sudah teler akibat dicekoki Miras, DS pun pergi meninggalkan rumah OG.

Tak lama kemudian, kelima pelaku yang melihat korban tak sadarkan diri lalu mencabuli dan menyetubuhi Melati secara bergiliran.

Puas hasrat birahinya tersalurkan, kelima pelaku pun langsung meninggalkan korban yang tertidur pulas. Keesokan paginya, Melati terbangun dan pulang kembali ke rumahnya tanpa rasa curiga sedikitpun.

Baca Juga :  Melawan, Pencuri 17 Ekor Sapi dapat Hadiah Timah Panas Polisi

Beberapa hari kemudian masalah timbul, pasalnya korban merasa kalender menstruasinya tak lagi normal. Korban yang meyakini tengah hamil lalu meminta pertanggungjawaban kepada lima pemuda yang telah menggaulinya.

“Mereka (pelaku) semua menolak untuk bertanggung jawab. Bahkan OG mengancam akan menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua korban agar korban malu. Sempat korban menutupi permasalahan ini dari keluarganya, hingga usia kehamilan semakin besar,” jelasnya.

Seiring bertambahnya usia janin yang dikandungnya, akhirnya Melati memberanikan diri menceritakan itu kepada seorang kawannya dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nunukan.

Setelah menerima laporan, Polisi lebih dulu memanggil ibu kandung korban untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi oleh anaknya. Kemudian membawa korban untuk di lakukan tindakan VER di RSUD kabupaten Nunukan.

Baca Juga :  Tak Indahkan Perda, 3 Pedagang Buah Musiman Kena Denda

“Hasil VER menerangkan terdapat bekas tanda-tanda persetubuhan dan korban dinyatakan hamil. Saat itu memastikan kehamilan korban, saat itu kehamilan korban sudah berusia 24 Minggu 6 hari,” terangnya.

Tak butuh waktu lama, kelima pelaku satu persatu diamankan Polisi dan dibawa ke Mako polsek kota Nunukan guna interogasi. Kepada Polisi, kelima pemuda itu mengakui semua perbuatannya telah mencabuli serta menyetubuhi korban secara bergantian saat mabuk berat dan tidak berdaya.

Atas perbuatan kelima tersangka dan alat bukti yang kuat maka persangkaan pasal 286 KUHP subs pasal 290 ke-1e KUHP. (*)

Reporter : Darmawan

Editor : Yogi Wibawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *