oleh

Wow! Buang Sampah Sembarang dan Tidak Sesuai Waktu, Denda Rp 50 Juta

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sampah bukan hanya menjadi persoalan Indonesia, melainkan juga menjadi kekhawatiran masyarakat global. Hal itu yang menjadi salah satu latar belakang gerakan bersih Menuju Nunukan Bebas Sampah tahun 2025.

Untuk menuju Nunukan bersih maka diperlukan peran dari ketua RT, Lurah hingga camat setempat untuk mengajak masyarakat agar dapat membuang sampah pada tempatnya.

Dikatakan Wakil Bupati Nunukan, H. Hanafiah, agar Kabupaten Nunukan ini bersih maka harus dilakukan bersama-sama, sehingga berdasarkan peraturan daerah (Perda) nomor 4 tahun 2019 tentang pengolahan sampai.

Baca Juga :  Subsidi Ongkos Angkut Penumpang Tujuan Nunukan-Long Bawan Diluncurkan

Dalam peraturan itu, terdapat jam-jam tertentu untuk membuang sampah, yakni dari pukul 18.00 hingga 06.00 Wita, jika lewat dari yang sudah ditentukan maka akan dilakukan sanksi baik sosial maupun pidana.

“Selama ini masyarakat tidak membuang sampah pada jam-jam yang sudah ditentukan, sehingga terjadi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan akhirnya sempat di hambur oleh kucing, maupun anjing liar, yang berakibat berserakan di jalan,” kata H. Hanafiah, Senin (6/12/2021).

H. Hanafiah mengingatkan kepada masyarakat agar dapat menciptakan Nunukan menjadi bersih, bagi yang melanggar akan dikenakan sangsi ini dilakukan agar masyarakat dapat disiplin membuang sampah yang sudah ditentukan.

Baca Juga :  Bupati: IKAPTK Mengakselerasi Peran Pemerintah dalam Pembangunan di Nunukan

Dia tegaskan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di samping bank sampah yang bisa memperlambat petugas pengangkutan sampah.

“Target kita itu di tahun 2022 Nunukan harus bersih, dan akan kita disiplinkan dan nantinya kita lakukan monitoring di lapangan,” jelasnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dr. Rustan Syamsuddin, terkait dengan adanya peraturan daerah itu dengan nomor 4 tahun 2019. Masak yang harus dialkukan itu pertama pemilihan sampah dari rumah, seperti dipilah dari rumah, setelah itu baru dibawah ke bank sampah untuk dibuang.

Baca Juga :  76 ASN Pensiun Selama Tahun 2021 di Pemkab Nunukan

“Kami tetapkan pembuang sampah pada pukul 18.00 wita, hingga pukul 06.00 wita setiap hari, dan harus buang didalam TPS,” tegasnya.

Bagi masyarakat yang melanggar akan dikenakan sangsi sosial seperti bersih-bersih selama 3 hari, dan sangksi pidana maksimal Rp. 50 juta dan yang terakhir itu sangsi administratif, seperti teguran lisan atau tertulis serta pencabutan izin. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *