oleh

UMK Tarakan Ditetapkan Pemprov Naik 0,33 Persen Menjadi Rp 3.774.378,35

benuanta.co.id, TARAKAN – Setelah melalui proses alot, Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan akhirnya telah disahkan oleh Gubernur Kalimantan Utara.

“Senin minggu lalu sudah ditetapkan dan ditandatangani langsung oleh Pak Gubernur, Drs Zainal Airifin Paliwang,” ungkap Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kota Tarakan, Budiono, Selasa (7/12/2021)

(UMK) Tarakan tahun 2022 yang telah ditetapkan Gubernur ialah sebesar Rp Rp 3.774.378,35. Budi menambahkan pihaknya baru saja menerima Salinan Keputusan Gubernur Kaltara Nomor 188.44/K.781/2021 tentang UMK Tarakan Tahun 2022 pada Jumat (3/12) malam lalu.

Baca Juga :  Karhutla di Binalatung, Petugas Masih Lakukan Pemadaman

“SK-nya tentang UMK juga kami baru terima beberapa waktu lalu dan sudah ada poin-poin nya juga didalam SK itu pastinya,” sambungnya.

Dalam SK tersebut juga menyatakan perusahaan yang telah memberikan upah lebih tinggi dari ketentuan UMK Tarakan sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu, dilarang mengurangi atau menurunkan upah yang dimaksud.

“Poin terakhir dalam SK itu tentang keputusan penetapan UMK mulai diberlakukan per 1 Januari 2022 mendatang. Kenaikan nilainya sama dengan rekomendasi yang diusulkan Wali Kota Tarakan,” kata Budi.

Baca Juga :  Armada Banyak Rusak, PMK Merasa Tak Diprioritaskan 

Lebih lanjut, bagi perusahaan yang sudah terlanjur menerapkan UMK di atas nominal yang ditetapkan, menjadi tupoksi Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Provinsi Kaltara.

“Kenaikannya sekitar Rp 12.482,35 sen atau 0,33 persen,” tandasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *