oleh

Dua Tahun CJH Tertunda, Antrean Haji Semakin Menumpuk di Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebanyak 314 orang calon jemaah haji (CJH) di Kabupaten Nunukan harus bersabar, pasalnya sudah dua kali jadwal keberangkatan tertunda akibat Covid-19, sehingga pemerintah Arab Saudi belum membuka pintu masuk bagi WNI.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh, Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, Sayid Abdullah, SE, mengatakan sambil menunggu, dia berharap awal tahun 2022 sudah mendapat kepastian pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari Pemerintah Arab Saudi. “Untuk jemaah harap bersabar, dan pendemi ini cepat berakhir,’’ harapnya.

Baca Juga :  Tergantung Kualitas, Harga Rumput Laut di Nunukan Kian Melonjak

Walaupun sudah dua kali tertunda namun pelamar calon jamaah haji di Kabupaten Nunukan terus bertambah hingga saat ini ada 200 orang. “Masyarakat yang ingin berangkat haji masih tinggi, buktinya kami menerima yang mendaftar itu 200 orang lebih di Kantor Kementerian Agama Nunukan,” kata Sayid, Selasa (7/12/2021).

Hingga hari ini jumlah CJH yang telah mendaftarkan diri di Kabupaten Nunukan sudah mencapai 3.800 orang jadi daftar tunggu mencapai 33 tahun

Baca Juga :  1,5 Kg Sabu dari Malaysia Digagalkan Masuk dari Nunukan ke Sulteng

Selama Pendemi ini jemaah haji di Nunukan sudah sempat tertunda selama dua kali dari tahun 2020 dan 2021, mereka akan tetap menjadi prioritas pertama di penyelenggara jemaah haji yang akan datang. “Dengan harapan kouta bertambah yang antri panjang bisa segera menunaikan haji,’’ jelasnya .

Kata Sayid Abdullah, jalan alternatif sebenarnya ada jika tidak ingin menunggu begitu lama yakni jemaah Haji Plus Furoda yang sudah diakomodir oleh undang-undang namun penyelenggaranya pihak swasta. Keuntungan mendaftar di Kemenag adalah sudah diatur dalam regulasi pemerintah, di jamin Pemerintah bahkan disubsidi, sedangkan swasta bedanya yakni waktu masa tunggu lebih cepat dan biaya lebih mahal dari penyelanggara jemaah haji reguler. (*)

Baca Juga :  Banjir Kembali Rendam Pemukiman Warga di Sembakung

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *