oleh

Korban Erupsi Semeru yang Mengungsi di Zona Rawan Dipindahkan

Jakarta – Pemerintah memindahkan korban erupsi Gunung Semeru yang mengungsi di dua desa yang rawan terdampak erupsi susulan ke desa yang dinilai lebih aman di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

​​​​​​”Ada beberapa tempat pengungsian yang rawan terdampak erupsi susulan, yakni di lokasi pengungsian di Desa Curah Kobokan dan Desa Sumberwuluh,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers pemerintah yang diterima di Jakarta, Senin, Muhadjir mengatakan bahwa warga yang mengungsi di dua desa itu akan dipindahkan ke pengungsian di Desa Penanggal.

Baca Juga :  Pemerintah, DPR, dan Penyelenggara Sepakat Pemilu pada 14 Februari

“Karena tempat yang dijadikan penampungan di dua desa itu rawan, termasuk zona merah. Kita khawatir kalau ada erupsi susulan atau seandainya ada hujan deras, maka lahar yang tertahan di atas akan turun,” katanya.

Muhadjir menjelaskan pula bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah diminta membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Darurat Bencana yang anggotanya terdiri atas Komandan Resor Militer, Bupati, dan Kepala Kepolisian Resor untuk memudahkan koordinasi upaya tanggap bencana hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana.

Baca Juga :  Anggota DPR Minta Polri Segera Tindak Hukum Edy Mulyadi

Selain itu, menurut dia, pemerintah sudah membentuk posko penanggulangan darurat bencana untuk mendukung kegiatan relawan dan lembaga kemanusiaan yang membantu penanganan dampak erupsi Gunung Semeru.

“Sekarang mereka semua sudah bergerak. Dan InsyaAllah penanganannya semua lancar,” kata Muhadjir.

Muhadjir bersama pejabat pemerintah yang lain pada Minggu (5/12) meninjau Posko Pengungsian di Desa Penanggal, RSUD Pasirian, dan RSUD Dokter Hartoyo untuk mengecek penanganan dampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.

Baca Juga :  Pemerintah Nilai Kasus Masih Terkendali, PPKM Jawa-Bali Diperpanjang

Awan panas guguran, hujan abu vulkanik, dan banjir lahar akibat erupsi Gunung Semeru menimbulkan dampak parah di Kecamatan Candipuro, Pronojiwo, dan Pasirian.

Menurut data BNPB, bencana itu menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 69 orang terluka serta memaksa 5.205 orang mengungsi.(ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *