oleh

Sering Dilewati Pejabat, Jalan Amblas Ini Tak Kunjung Diperbaiki 

benuanta.co.id, NUNUKAN – Akses jalan menuju Kantor Bupati tepatnya di Jalan Sungai Jepun, RT 02, Kelurahan Nunukan Selatan, Kecamatan Nunukan Selatan, yang setahun rusak tak kunjung diperbaiki. Diketahui, jalan tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.

Yusuf, salah satu warga Kelurahan Nunukan Selatan mengatakan, rusaknya jalan penghubung antar kelurahan lainnya di Nunukan telah lama terjadi. Kondisi jalan rusak ini sekitar setengah meter dari ruas jalan, dan terjadi penurunan sekitar 5 sentimeter yang dikhawatirkan mengganggu pengendara dan rawan longsor.

Baca Juga :  Banjir Kembali Rendam Pemukiman Warga di Sembakung

“Longsor ini di depan simpang tiga jalan Ujang Dewa, RT 02 Kelurahan Nunukan Selatan sudah setahun. Ini karena terjadi adanya pengikisan tanah akibat air, kami sudah melaporkan hal ini ke RT, dan ditindaklanjuti ke lurah dan juga ke Dinas PU Nunukan. Tapi saat ini belum juga ada perbaikan,” ujar Yusuf kepada benuanta.co.id, Sabtu (4/12/2021).

Kendati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Dinas PU telah menyampaikan jalan tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi. Namun masyarakat Nunukan berharap Pemkab Nunukan agar dapat mengusulkan perbaikan ke Pemprov Kaltara.

Baca Juga :  Babinsa Koramil Sembakung Pantau Aktivitas di Pelabuhan Djangkida

Terlebih jalan rusak tersebut sering dilewati para pejabat. Seperti Bupati Nunukan, dan kunjungan Gubernur Kaltara hingga pejabat luar provinsi Kaltara.

“Kami sebagai masyarakat ingin setiap ada kerusakan cepat ditanggulangi, jika tidak bisa tahun ini ya tahun depan,” terangnya.

Warga lain, yakni Nurhalia menyebut jalan rusak ini sepanjang 12 meter dengan lebar 4 meter. Di lokasi tersebut juga adanya pipa PDAM yang bisa berpotensi mengalami kerusakan akibat longsornya jalan.

Baca Juga :  Tak Tertib Pajak, 22 Kendaraan Ditahan 5 di Antaranya Milik Dinas

“Sebenarnya saya takut juga. Tapi mau dia apa lagi, ini saja lubang-lubang yang ada kami tambal dengan batu agar ketika hujan tanah di dalam tidak terkikis. Tapi tetap saja juga keluar,” tandasnya.

Dia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk melakukan perbaikan demi kenyamanan dan keamanan masyarakat. (*)

Reporter : Darmawan

Editor : Yogi Wibawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *