oleh

Sekolah Dibuka Secara Penuh, Pelajar di Perbatasan Antusias

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah pusat akan membuka pembelajaran secara penuh yang akan di mulai pada bulan Januari 2022 mendatang. Hal itu dilakukan karena Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, menilai tingginya tingkat kehilangan pembelajaran atau learning loss selama sekolah online.

Sekolah secara penuh di masa pandemi Covid-19, tentu akan sudah dipersiapkan secara matang oleh pemerintah. Rencana ini juga disambut baik oleh kalangan pelajar yang ada di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Selama ini kegiatan belajar mengajar di Nunukan telah dilakukan tatap muka secara terbatas dengan membagikan dua kali sesi pembelajaran. Di mana setiap kelas berisikan 15 orang dilakukan secara bergantian dengan jam yang berbeda.

Baca Juga :  Tak Tertib Pajak, 22 Kendaraan Ditahan 5 di Antaranya Milik Dinas

Indah, pelajar SMA Negeri 1 Sembakung mengaku senang dengan dibukanya sekolah secara penuh dan berharap pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir.

“Saya menyambut baik dengan wancana Mendikbudristek, dan berharap semoga pandemi Covid-19 saat ini bisa hilang,” kata indah kepada benuanta.co.id, Kamis (2/12/2021).

Terpisah, Kepala Sekolah SMPN I Nunukan Rustiningsih, menyampaikan terkait wancana pembukaan sekolah secara penuh pihaknya telah siap dan telah membuat Standard Operating Procedure (SOP) hingga telah melakukan PTM terbatas.

Baca Juga :  1,5 Kg Sabu dari Malaysia Digagalkan Masuk dari Nunukan ke Sulteng

Pada saat melakukan PTM terbatas, sekolah hanya memberi durasi 30 menit setiap satu mata pelajarannya. Namun seiring waktu dan melihat perkembangan kasus Covid-19 di Nunukan maka pembelajaran durasi dinaikkan menjadi 1 jam.

“Biasanya 3 hari dalam satu pekan, sekarang kita sudah lakukan 5 hari satu pekan. Tapi masih melakukan persesi masuk sekolahnya. Satu ruangan kelas yang isinya 32 siswa akan dibagi dua, karena kita masih mengacu kepada protokol kesehatan dalam ruangan hanya 50 persen,” ujar Kepala Sekolah SMPN I Nunukan Rustiningsih.

Baca Juga :  Subsidi Ongkos Angkut Penumpang Tujuan Nunukan-Long Bawan Diluncurkan

Selain itu siswa SMPN 1 Nunukan telah melakukan vaksinasi, kendati sebelumnya orang tua yang sempat tidak setuju anaknya divaksinasi, kini telah menyetujui untuk mendapatkan vaksin. Sedangkan para pendidik dan tenaga pendidikan juga telah melakukan vaksinasi.

“Dari 100 persen Siswa SMP Negeri 1 Nunukan 80 persen sudah divaksin dan masih 20 persen belum divaksin,” pungkasnya. (*)

Reporter : Darmawan

Editor : Yogi Wibawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *