oleh

Dinas Pangan Tarakan Rem Stok Ayam Untuk Persiapan Nataru

benuanta.co.id, TARAKAN – Genap sepekan beberapa peternak mengalami kekosongan stok ayam, salah satunya di daerah Kampung Empat Kota Tarakan. Abdul Syukur, seorang peternak menduga kekosongan tersebut terjadi akibat PPKM yang sedikit melonggar.

“Saat ini memang ayam agak kurang, karena beberapa bulan lalu stok ayam terlalu banyak, mungkin di OCnya itu kemungkinan tidak dikontrol, bisa juga karena PPKM di situlah terjadi penumpukan ayam,” katan Abdul saat dijumpai oleh benuanta.co.id, Kamis (2/12/2021).

Dilanjutkan Abdul, beberapa bulan lalu kota Tarakan berada di PPKM level 3 dan 4 sehingga stok ayam yang melimpah tidak dapat disalurkan karena warung dan rumah makan sedang tak beroperasi.

Baca Juga :  Tekan Angka Kemiskinan, Ekonom Sebut UMKM dan Investasi Kaltara Mempengaruhi 

“Sekarang warung-warung sudah buka semua, kemarin banyak yang tutup, karena itu sekarang daya beli meningkat,” sambung dia.

Syukur yang merupakan Ketua RT 03 Kelurahan Kampung Empat juga menjelaskan, bahwa sempat terjadi kerugian pada usaha ternaknya. Menurutnya, ayam haruslah segera dipanen pada saat berumur 40 hari karena potensi ternak mati meningkat di atas usia 50 hari.

“Harapannya dari kami untuk pemerintah kalau sudah ayam itu banjir jangan sampai ambil lagi dari luar. Sehingga ayam lokal ini tidak macet, ayolah sama-sama kita rangkul peternak, sehingga peternak tidak merasa rugi,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Ir. Elang Buhana, M.Si menjelaskan saat ini sedang masa pengaturan distribusi. Hal ini dilakukan untuk menjaga stok ayam jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tetap stabil.

Baca Juga :  Tak Indahkan Perda, 3 Pedagang Buah Musiman Kena Denda

“Sebenarnya ayam tidak mengalami kekosongan, hanya saja pengaturan disitribusi untuk penjualan, karenakan sebentar lagi Nataru, supaya permintaan ayam terpenuhi maka kami sengaja mengerem-ngerem,” ucapnya.

Elang menjelaskan, kondisi stok ayam yang berlimpah pada beberapa bulan lalu diakibatkan oleh PPKM yang membuat rumah makan atau usaha ayam tak beroperasi. Sehingga saat dilonggarkan terjadi lonjakan permintaan.

“Kemarin produksi daging waktu PPKM berlebihan dan sekarang dilepas, artinya di level 2 Tarakan jadi banyak tamu, aktivitas normal, warung-warung buka, jadinya lonjakan naik. Kami rem agar pas natal bisa terpenuhi,” tegasnya.

Baca Juga :  DP3A Akan Jerat Hukum Orang Tua yang Memaksa Anak Berjualan

Menurutnya, saat ini tidak hanya kota Tarakan yang sedang kekurangan stok ayam namun didaerah kabupaten lain seperti Nunukan dan KTT juga mengalami hal serupa.

“Pada saat kekurangan (stok) juga kita datangkan dari luar, kadang-kadang kelebihan banyak, sampai di peternakan ayam sudah besar-besar dan dikirim kemana-mana. Tidak hanya Tarakan, KTT, Nunukan, Kota dan Kabupaten lain itu memang juga alami kekurangan ayam,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *