oleh

Tracing Kasus Gencar Dilakukan, Satu Sekolah Sempat Ditutup Sementara

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terus melakukan tracing kasus selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diberlakukan. Tracing kasus dilakukan setiap hari dengan jumlah sampel mencapai 1000 perharinya.

Walikota Tarakan, dr. Khairul, M. Kes mengatakan hal tersebut dilakukan untuk melihat apakah PTM dipastikan aman. Tidak hanya sekolah, namun tracing juga dilakukan di instansi-instansi Kota Tarakan.

“Kita lakukan terus, ada yang sempat di lock dulu setelah kondisi aman baru dibuka lagi. Selama PTM dilakukan terus tracing, kemarin 1400 kalau tidak salah,” tuturnya, Rabu (1/12/2021)

Baca Juga :  Warga Ramai Beli Minyak Goreng, Alfamidi Minta Jangan Panik Buying

Khairul menjelaskan, hasil rilis yang telah disebar oleh Dinas Kesehatan Kota Tarakan itu adalah hasil tracing kasus yang dilakukan pihak pemkot kepada seluruh kelompok yang beresiko.

“Tracingnya ya untuk pelajar dan kelompok beresiko, kantor juga. Bahkan sekolah tidak hanya yang menengah atas, tapi semua kita lakukan tracing,” imbuh Khairul.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tarakan, Erni Nurjannah membenarkan terdapat salah satu siswa yang diduga terindikasi Covid-19. Namun, hal itu telah berlangsung lama dan saat ini sekolah telah dinyatakan aman.

Baca Juga :  Satpol PP Tarakan Tertibkan 11 Anak Jalanan

“Kami kan giliran masuk (sekolah) tapikan di saat lewat gilirannya dia mau cuti ke Jawa. Dia juga dalam keadaan sehat, tapi itu sudah lama. Kita sesi satu sesi dua sudah swab, kemudian selang lima hari swab lagi dan negatif semua,” katanya.

Menurutnya, pada saat itu terdapat keluarga siswa yang meninggal dunia dikarenakan Covid dan keluarga siswa pun telah dilakukan swab PCR untuk benar-benar memastikan tidak terindikasi Covid-19.

Baca Juga :  Cerita Anak Jualan Makanan Bantu Ekonomi Keluarga

“Semua batal, tiket juga, sekolah juga swab dari Dinkes, dia juga diswab, karena kita masuknya 50% dan dari Dinkes juga bilang kalau ada lagi hasilnya positif mungkin langsung diajukan ke Satgas dan ditutup ternyata hasilnya negatif,” tutupnya. (*) 

 

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *