oleh

Pemprov Minta Libur Nataru Masyarakat dan ASN Harus Tetap di Kaltara

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah pusat akan menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 untuk seluruh wilayah Indonesia selama masa libur Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Kebijakan itu merupakan langkah untuk memperketat pergerakan orang dan mencegah lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Nataru. Dimana seluruh wilayah di Indonesia, yang telah berstatus PPKM Level 1 dan 2 akan disamakan dalam menerapkan aturan PPKM Level 3. Salah satunya Provinsi Kaltara telah lama diterapkan PPKM Level 2.

Baca Juga :  Sampaikan Rencana Pembangunan Pelabuhan Salangketo

“Saya kira ini hal yang wajar, karena kita harus waspada terhadap gelombang ketiga itu. Walaupun kita mengalami penurunan yang cukup drastis dari sekian ribu menjadi beberapa puluh saja tapi kita jangan lengah,” ucap Wakil Gubernur Provinsi Kaltara Yansen TP, Ahad 28 November 2021.

Pasalnya, informasi yang diterimanya, gelombang ketiga itu lebih berat lagi. Jika itu masuk ke Kaltara maka bisa menjadi ancaman, sehingga dia ingin sejak awal harus dijaga kondisi kondusifnya dengan menjaga protokol kesehatan ketat.

Baca Juga :  Diduga Hina Kalimantan, Lembaga Adat Tidung Kecam Edy Mulyadi 

“Penurunan level 3 ini bukan karena indikasi pandemi atau konfirmasinya, tetapi gambar sikap tegas kita untuk menyikapi ancaman gelombang ketiga,” ujarnya.

Untuk itu, jelang Nataru baik kepada masyarakat maupun aparatur sipil negara (ASN), saat libur Nataru tidak ada yang bisa bepergian keluar daerah Kaltara. Bagi ASN akan ada sanksi tegas yang akan diberikan jika tetap melakukan perjalanan dan cuti saat Nataru.

Baca Juga :  30 Ribu SDM untuk KIHI, Gubernur Minta Disiapkan

“Untuk itu tidak boleh melakukan perjalanan, tidak boleh cuti. Harus tetap ada ditempat walaupun hari libur,” jelasnya.

Mantan Bupati Malinau 2 periode ini menuturkan bagi kaum nasrani dalam menjalankan ibadah natal, sesuai aturan PPKM Level 3 maka kegiatan dibatasi.

“Tak ada larangan untuk merayakannya tapi dibatasi dalam kerumuman banyak,” sebutnya.

Dia harapkan memerintahkan Nataru dalam suasana kekeluargaan di rumah tangga masing-masing. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *