oleh

Tekan Persoalan Banjir, DPUTR Sediakan Layanan Aduan Banjir

benuanta.co.id, TARAKAN – Hujan dengan intensitas tinggi mampu membuat sejumlah ruas jalan utama di Tarakan terendam banjir. Masalah ini sudah berlangsung sejak lama. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan membuka layanan aduan banjir.

Kepala Bidang Perairan dan Pengendalian Banjir DPUTR Tarakan, Sabudi menerangkan, dibukanya layanan ini menindaklanjuti banyaknya kejadian banjir saat hujan.

“Terkait layanan banjir, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat, khususnya DPUTR telah membuka hallo banjir kota Tarakan. Itu adalah upaya penangganan banjir oleh tim kami ketika menerima pengaduan,” ujarnya, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga :  BPJAMSOSTEK Tarakan Sosialisasikan Program ke Guru Ngaji se Kota Tarakan

Dijelaskannya, sejauh ini sudah terdapat dua layanan yang dapat menampung laporan masyarakat di antaranya adalah layanan 112 Comand Center, Layanan aduan banjir DPUTR.

“Memang ini juga sudah ada di layanan 112, cuma untuk mempercepat pengaduan bisa langsung ke DPUTR denga menghubungi Whatsaap 081-255-178-19, yang menerima bisa di foto kemudian kami akan meninjau ke lokasi sesegera mungkin ” imbuhnya.

Baca Juga :  Positif Narkotika, 3 Orang Hasil Razia THM Dilimpahkan ke Panti Rehabilitasi   

Layanan tersebut sebenarnya telah pihaknya luncurkan sejak Agustus lalu, namun hingga saat ini jumlah pelapor layanan tersebut cukup minim. Sehingga menurutnya hal tersebut belum berjalan maksimal.

“Sebenarnya ini sudah ada sejak Agustus, kami juga sudah melakukan sosialisasi di 20 Kelurahan bahkan di semua kantor kelurahan pengumumannya sudah kami pasang. Selama buka kami baru melayani 18 pengaduan,” tutur Sabudi.

“Kami juga sambil terus mensosialisaikan dan sudah bekerjasama dengan ketua RT di Kota Tarakan mensosialisasikan ini di grup-grup RT,” sambungnya.

Baca Juga :  Cerita Anak Jualan Makanan Bantu Ekonomi Keluarga

Selain membuka layanan banjir, pihaknya juga terus intens dalam melakukan pengerukan seperti membersihkan saluran-saluran. Diharapkan hal seperti ini dapat menekan persoalan banjir di Kota Tarakan.

“Selain itu kami juga tetap menjalankan program jangka pendek, membersihkan saluran-saluran, tidak harus banjir dulu baru kami bersihkan. Jadi, kami melakukan pengerukan berkala pada titik rawan (banjir),” tandasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *