oleh

Jual Tabung Gas LPG di Atas HET, Tim Gabungan Gencarkan Razia

benuanta.co.id, TARAKAN – Tim pemantau dan pengawasan gabungan yang terdiri dari Disdagkop dan UMKM, Satpol PP dan Polres Tarakan melalukan razia tabung gas LPG 3 kilogram ke beberapa pedagang di Pasar Beringin. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan sasaran, yang mana tabung gas melon 3 kilogram diperuntukan bagi masyarakat miskin.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disdagkop dan UMKM Kota Tarakan, Harry Wijaya menjelaskan masih banyak ditemukan gas 3 kilo dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“HET kita Rp 16.700, tetapi dieceran secara illegal menjual sampai Rp 50 ribu, Rp 60 ribu, bahkan sampai ada yang menjual Rp 100 ribu pertabung di Juata Laut,” jelas Harry Wijaya.

Baca Juga :  Polisi Akui AR Kooperatif Sebelum Dilakukan Penahanan

Razia kali ini tim pengawasan tak memberikan sanksi, namun ke depannya akan kembali mengadakan razia untuk menertibkan pedagang-pedagang nakal yang masih menjual dengan harga di atas HET.

“Sebab saat ini masih tahap sosialisasi, jadi kita masih penertiban dan pembinaan,” sambungnya.

Seharusnya gas LPG ini tak dijual secara eceran, melainkan penjualan terakhir LPG berada di pangkalan. Dilanjutkan Herry, pihaknya akan menjadwalkan pelaksanaan razia kembali dan akan langsung melakukan tindakan.

Baca Juga :  Perdana, Perumda Tarakan Aneka Usaha Ekspor Rokok ke Filipina 

“Nanti pedagang yang masih melakukan penjualan eceran akan disita tabung gas elpiji 3 kilogramnya,” kata dia.

Perlu diketahui, kegiatan penertiban perdagangan gas melon ini sudah berjalan selama 2 kali. Pertama dilakukan pada Jumat 19 November lalu dengan wilayah razia di Kecamatan Tarakan Utara dan Kecamatan Tarakan Barat. Selanjutnya fokus di Kecamatan Tarakan Timur dan Kecamatan Tarakan Tengah.

Dalam pelaksanaan razia ini, rata-rata pedagang mengaku bahwa mereka mendapatkan gas LPG 3 kilogram dari oknum yang menitipkan kepadanya. Namun tim pemantau tetap melalulan penertiban dengan tujuan agar gas LPG dapat tepat sasaran.

Baca Juga :  Minyak Goreng Satu Harga Rp14.000 per liter Dimulai 19 Januari

“Kasihan warga yang kurang mampu harus membeli gas diluar kemampuan. Makanya perlu juga pengawasan dan tindakan di lapangan. Selama 2021 ini kita terkendala panemi Covid-19 sehingga kegiatan seperti ini baru bisa kita lakukan. Insya Allah ini akan rutin,” tutupnya. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Yogi Wibawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *