oleh

Cegah Penyebaran Covid-19 Delta Plus AY.4.2, Perketat Prokes, Vaksinasi dan Kepulangan TKI

VARIAN Covid-19 Delta Plus AY.4.2 merupakan versi mutan dari varian delta yang pertama kali muncul di India. Varian itu dianggap lebih menular dan cepat menyebar. Walaupun di Kaltara belum ditemukan Covid-19 varian baru ini, masyarakat tetap harus waspada karena kasusnya sudah ditemukan di Singapura dan Malaysia.

Wilayah Kaltara yang berbatasan langsung dengan negeri jiran Malaysia, tentu memiliki peluang masuknya varian jenis baru ini karena adanya mobilitas manusia dari negara masuk ke Indonesia. Seperti halnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Bahkan, para pakar di Maharashtra khawatir bahwa varian baru tersebut berpotensi memicu gelombang ketiga wabah virus corona. Dibutuhkan langkah antisipasi dan pengawasan agar tak ada yang terinfeksi covid varian baru tersebut.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Agust Suwandy, SKH, MPH, menjelaskan bahwa kondisi saat ini cukup rentan terjadinya penyebaran Covid-19. Mengingat, semua mobilitas mulai kembali dinormalkan.

Baca Juga :  Gubernur Akan Luncurkan Lagu di MAFest 2K21 Awal Desember Nanti

“Sekarang terbuka banget mobilitas transportasi, kemudian pariwisata sudah mulai normal jadi memang harus ada kewaspadaan,” ujarnya belum lama ini, Senin (22/11).
Dengan ini Satgas menekankan pentingnya terus disiplin dalam penerapan protokol kesehatan sebagai salah satu kunci untuk menangkal virus varian delta plus AY.4.2 tersebut.

“Sebenarnya sama aja variannya, cuma kan virus ini berkembang dan tingkat penyebarannya juga lebih cepat jadi mungkin itulah kenapa dia (Delta Plus) lebih sakit,” ucapnya.

Selain protokol kesehatan, vaksinasi juga menjadi indikator penangkal virus Covid-19 yang kini terus digalakkan pemerintah baik di pusat dan di daerah. Ditegaskan Agust, masyarakat tak perlu khawatir terhadap jenis vaksin yang diterima.

“Vaksinasi apapun jenisnya itu terima saja, karena itu berkualitas untuk menjaga diri kita, tidak usah khawatir dengan jenisnya,” ungkapnya.

Meski belum ditemukan di Kaltara, namun pihaknya selalu melakukan pengawasan dengan cara mengirimkan sampel ke Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan secara berkala untuk pemeriksaan Whole Genum Sequencing (WGS).

Baca Juga :  Launching Paket Wisata Lumbis Pansiangan, Gubernur: Kaltara Serpihan Surga dari Tuhan

“Kita memang masih diminta untuk kirim sample secara berkala untuk spesifikasi variannya dan ini hanya bisa dilakukan di lit bankes,” tandasnya.

Sementara itu, pengawasan terhadap TKI yang pulang dari Malaysia pun makin diperketat melalui Kabupaten Nunukan Provinsi Kaltara.
Kepala UPT BP2MI Nunukan, AKBP FJ Ginting mengatakan, dari informasi Konsulat Jenderal Indonesia, Kinabalu Malaysia, pihaknya menerima ada 370 TKI akan dipulangkan di akhir Nopember ini.

Sebelum dipulangkan ke Indonesia melalui Nunukan terlebih dahulu mereka akan dilakukan tes PCR di Malaysia, jika diantaranya ada yang positif Covid-19 maka tidak akan dipulangkan.

“Dari 370 itu mereka akan terseleksi dengan tes PCR apakah bisa dipulangkan atau tidak,” kata Ginting.

Sedangkan di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan kedatangan TKI akan dilakukan pemeriksaan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bekerja sama dengan puskesmas Nunukan.
Termasuk pemeriksaan identitas dan barang bawaan TKI oleh Imigrasi dan Bea dan Cukai.

Baca Juga :  Presiden Jokowi : Investor Antre Masuk Green Industrial Park Kaltara

”Jadi, prokes kami ketatkan mulai dari pengaturan jarak, cuci tangan, gunakan masker, akan kita perketat,” tegasnya.

Ginting juga ingatan kepada masyarakat Nunukan agar tidak terlena dengan status level yang ada baik 1,2 dan 3 agar tetap mematuhi protokol kesehatan, karena penyebaran Covid-19 ini belum selesai.

Ginting menambahkan, BP2MI Nunukan dan instansi terkait bersama dengan pemerintah daerah melaksanakan pengawasan ketat kepada TKI sebelum tiba di Nunukan.

“Kami akan tetap mewaspadai bahaya varian baru penyebaran covid-19 oleh TKI dari Malaysia ke Nunukan, jangan terlalu risau atau fobia dengan hal itu, kami akan melakukan yang sebaik-baiknya. Bahwa TKI tidak membawa varian baru masuk Nunukan,” tutupnya.(*)

Penulis: Ramli
Editor: Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *