oleh

Keluarga Sebagai Lembaga Pertama Pendidikan Islam

Penulis:

Agneis Novireka Harahap

(Mahasiswi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang)

KELUARGA adalah sebuah lembaga pendidikan pertama bagi anak. Lingkungan pendidikan pertama membawa pengaruh terhadap anak untuk melanjutkan pendidikan yang akan di laluinya pada saat di sekolah maupun di masyarakat. Dalam Keluarga, orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak karena dari merekalah anak-anak mulai mendapatkan pendidikan dan mereka sudah ditakdirkan menjadi orang tua dari anak yang di lahirkan. Oleh sebab itu, dalam keadaan bagaimanapun mereka harus menempati posisi sebagai penanggung jawab dalam mendidik anak.

Orang tua yang terdiri dari ayah dan ibu memegang peranan yang amat penting dan berpengaruh atas pendidikan anaknya. Pendidikan yang didasari oleh rasa kasih sayang terhadap anak akan membuat pendidikan dengan mudah berjalan. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi orang yang berkembang secara sempurna dan kelak akan tumbuh menjadi orang yang kuat, sehat, terampil, cerdas, pandai dan beriman.

Baca Juga :  Nama Akbar Syarif Mencuat Sebagai Calon Ketua KNPI Kaltara, GP Ansor Kaltara: KNPI Kaltara yang Sekarang Jalan di Tempat

Kunci pendidikan dalam keluarga adalah pendidikan agama karena agama sangat berperan besar dalam membentuk pandangan hidup seseorang, penanaman nilai dalam pandangan hidup yang akan mewarnai perkembangan jasmani dan akal seorang anak, penanaman sikap yang baik menjadi dasar menghargai sesama dan menghargai ilmu pengetahuan di sekolah. Untuk melaksanakan pendidikan Islam, seorang anak harus dilatih sejak dini dalam praktik pelaksanaan ajaran islam seperti: shalat, puasa, dan menutup aurat bagi wanita. Perkembangan kepribadian seorang anak jelas berawal dari keluarga, dengan cara anak mengambil nilai-nilai yang ditanamkan orang tua baik secara sadar maupun tidak sadar.

Baca Juga :  Pimpin FKUB Muda Tarakan, Ilham Agang-Jery Jesson Janjikan Pererat Kerukunan

Allah SWT berfirman “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Q.S At-Thamrin ayat 6)

Ayat tersebut memberikan gambaran bahwa dakwah dan pendidikan harus diawali dari lembaga yang paling kecil yaitu keluarga.

Baca Juga :  Jangan Rusak Masa Mudamu, Demi Masa Depan yang Cerah

Mengingat betapa pentingya sebuah pendidikan agama bagi manusia, maka pendidikan agama itu sudah seharusnya diperkenalkan dalam lingkungan keluarga dan berlanjut sampai pada lingkungan masyarakat. Dalam pandangan Islam, manusia lahir dengan fitrah keagamaan yang harus dioptimalkan oleh orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa pada Tuhan.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *