benuanta.co.id, TARAKAN – Setelah menunggu sekitar 6 jam lamanya, akhirnya Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, berkenan turun ke hadapan para pekerja dan buruh yang melakukan aksi demo di depan Kantor Walikota Tarakan, Selasa (23/11/2021).
Dihadapan pendemo, Khairul menyampaikan masih harus membahas bersama para jajarannya sebelum memutuskan keinginan para pekerja dan buruh tersebut.
“(Keputusan) pemerintah daerah itu bukan hanya Walikota, tetapi harus melibatkan unsur Forkopimda dan kita akan rapatkan sebentar. Beri kami waktu,” ujar Walikota Tarakan, dr. H. Khairul kepada para pendemo.
Sementara itu Ketua DPC SP Kahutindo Tarakan, Rudi menyampaikan, akan memberikan waktu dan ruang untuk hasil kesepakatan tersebut.
“Belum ada hasil kesepakatan, Pak Wali minta waktu sejenak untuk berdiskusi dengan asisten maupun ahli hukum yang ada,” kata Rudi.
Dari hasil pertemuan itu juga, kata Rudi, Walikota akan menyelesaikan persoalan tersebut secepatnya. Menurut dia, setelah ini perwakilan dari Apindo juga akan dihadirkan untuk membahas kenaikan upah tersebut.
Namun jika hasil pertemuan tersebut belum ada titik temunya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan akan memanggil beberapa ahli-ahli. Baik itu ahli hukum, pengacara negara, Kejaksaan dan kepolisian
“Tujuannya untuk bersama-sama memutuskan berapa angka yang lebih pasnya untuk ditentukan di Kota Tarakan,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, para pendemo tetap bersikeras untuk menunggu hasil kesepakatan upah ini di depan Kantor Walikota. Bahkan, pendemo berencana akan terus mengumpulkan massa lebih banyak lagi.
“Kita tunggu sampai sore ini, kebetulan teman-teman kita yang masih bekerja akan pulang sore ini untuk bergabung dalam aksi ini,” sorak pendemo. (*)
Reporter : Hendi Suryadi
Editor : Yogi Wibawa







