oleh

Rotan Melimpah, Warga Lumbis Pansiangan Kreasikan Kerajinan Tangan

benuanta.co.id, NUNUKAN –  Tidak ada akar, rotan pun jadi. Begitulah masyarakat di Kecamatan Lumbis Pansiangan yang mengkreasikan rotan menjadi tas, bakul, tikar dan hiasan cantik lainnya untuk dijadikan ladang bisnis.

Sebelum membuat tas rotan menarik dengan nilai ekonomis yang tinggi. Liu (35) warga Lumbis Pansiangan, yang merupakan pengrajin rotan ini harus menempuh beberapa proses yang lumayan menantang di hutan. Misalnya, harus mendaki gunung dan banyak mendapati hewan-hewan seperti lintah dan lainnya.

Baca Juga :  Hubungkan KTT-Malinau, Pemkab KTT Rencana Buka Jalur Baru Damri

Menurut Liu, tidak ada nyali maka tidak akan menadapat rotan. Secara keseluruhan, proses pengambilan ini juga membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam.

Setelah membawa pulang rotan dengan kualitas baik, proses selanjutnya yakni diraut sesuai bentuk yang inginkan. Lalu dicat serta dianyam untuk membuat tas, topi, bakul. Pada proses ini, Liu biasanya menghabiskan waktu sekitar dua hingga tiga hari untuk menyelesaikanya, tergantung besar kerajinan yang dibuat.

Baca Juga :  Harapkan Dukungan BKMT Kaltara Sosialisasikan Program Pemerintah

“Pembuatan topi bisa mencapai 3 hari baru jadi,” kata Liu, kepada benuanta.co.id, (20/11/2021).

ROTAN : Hasil kerajinan tangan berbahan rotan dari Warga Lumbis Pansiangan, Nunukan.

Rotan yang diambil ini biasanya di wilayah Kecamatan Lumbis Hulu yang berbatasan dengan Malaysia. Masyarakat setempat juga sering mengolah rotan dari wilayah yang memiliki kekayaan alam sangat melimpah ini.

“Sekitar 100 batang (rotan), ukuran 1 meter sudah bisa membuat tikar ukuran kecil,” imbuhnya.

Liu Juga menjelaskan, kerajinan tangan ini sudah turun temurun mereka buat dari nenek moyang. Dia pun mengaku, ketika pertama kali membuat anyaman dari rotan ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

Baca Juga :  Amarah Meledak, DAD Kaltara Minta Edy Mulyadi Ditangkap Kepolisian dalam 2 Hari

“Kendala yang sulit adalah meraut rotan dengan risiko tangan akan terluka,” terangnya.

Hasil produk rotan ini sendiri sudah terjual hingga ke Malaysia. Namun lebih banyak di pasarkan ke Nunukan, terlebih ketika berbagai kegiatan masyarakat dilakukan, tas rotan ini selalu diminati banyak pembeli. (*)

Reporter : Darmawan

Editor : Yogi Wibawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *