oleh

DP3AP2KB Kaltara Gelar Pelatihan ke Puluhan Fasilitator PATBM 

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kaltara gelar pelatihan penguatan jejaring antar lembaga penyedia layanan anak yang memerlukan perlindungan khusus kewenangan Provinsi Kaltara tahun 2021.

“Kegiatan ini diikuti puluhan fasilitator dari berbagai kecamatan di Bulungan,” ujar Kepala DP3AP2KB Kaltara, Wahyuni Nuzband kepada benuanta.co.id, Kamis 18 November 2021.

Berdasarkan penelitian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tahun 2015 silam di 4 provinsi di Indonesia, dia menyebut usaha perlindungan anak sudah banyak dilakukan.

Meskipun demikian, sebagian besar praktik tersebut belum terpadu dalam melibatkan anak, keluarga, dan masyarakat. Termasuk kurangnya koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Rachmawati Resmikan Gedung PAUD Sulon Pelangi di Perbatasan

“Menindaklanjuti penelitian tersebut, KPPPA menggagas sebuah startegi gerakan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM), yaitu gerakan perlindungan anak yang dikelola oleh sekelompok orang yang tinggal di suatu wilayah yakni desa atau kelurahan,” jelasnya.

Diawali dengan dibentuknya fasilitator PATBM di tingkat provinsi, kemudian fasilitator yang telah terlatih membentuk aktivis-aktivis PATBM di tingkat kabupaten dan kota, dilanjutkan pada tingkat kecamatan. Pembentukan fasilitator PATBM di setiap tingkatnya, dapat juga diartikan sebagai peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“Yakni melalui proses kegiatan dengan memberikan pengetahuan tentang pelatihan PATBM dan simulasi melalui kegiatan pengabdian masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Kaltara dan Bupati Bulungan Geram Terhadap Pernyataan Edy Mulyadi

Wahyuni menuturkan, secara bertahap dikembangkan pendekatan yang bersifat partisipatif dalam bentuk pendelegasian wewenang. Pemberian peran yang semakin besar kepada aktivis-aktivis tersebut dalam bentuk pelayanan hukum, pelayanan sosial dan pendampingan.

“PATBM merupakan sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak,” tuturnya.

Kemudian menumbuhkan inisiatif masyarakat sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan perilaku yang memberikan perlindungan kepada anak.

“Agar aktivis-aktivis PATBM yang telah terbentuk dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal, maka acara pelatihan yang diselenggarakan oleh DP3AP2KB Kaltara perlu untuk diikuti dengan sebaik-baiknya oleh semua peserta,” ujar Wahyuni.

Baca Juga :  Harapkan Dukungan BKMT Kaltara Sosialisasikan Program Pemerintah

Dia menambahkan, semua materi yang akan diberikan oleh para narasumber dan fasilitator pastinya akan menambah pengetahuan setiap peserta yang merupakan aktivis PATBM dari Kabupaten Bulungan. Sebelumnya, Pemprov Kaltara juga telah melakukan kegiatan yang sama di Kabupaten Tana Tidung.

“Sehingga dari kegiatan ini, kita juga dapat menghasilkan output yang baik seperti mencegah dan menekan kekerasan pada anak di provinsi kalimatan utara terutama di Kabupaten Bulungan,” pungkasnya. (*) 

Reporter : Heri Muliadi

Editor : Yogi Wibawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *