oleh

PPKM Tarakan Turun Jadi Level 2

benuanta.co.id, TARAKAN –  Pemerintah kembali mengumumkan daftar terbaru status level PPKM di daerah luar Jawa dan Bali. Daftar wilayah tersebut dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 58/2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 non Jawa Bali.

Salah satu daftar wilayah yang masuk kedalam PPKM Level 2 adalah Kalimantan Utara (Kaltara) beserta seluruh kabupaten dan kotanya di dalamnya yang ikut berstatus level 2.

Walikota Tarakan, dr. Khairul, M. Kes mengatakan Kota Paguntaka memang seharusnya sudah turun pada 22 Oktober lalu. Hanya saja, harus menunggu masa berakhirnya PPKM untuk menyandang level 2.

Baca Juga :  Polisi Akui AR Kooperatif Sebelum Dilakukan Penahanan

“Memang kewajiban kita sih, kalau bisa turun ke level 1 atau kalau bisa bebas. Dari upaya yang kita lakukan itu pada 22 oktober lalu harusnya sudah level 2. Namun masih menunggu masa berakhirnya Inmendagri,” tuturnya, Selasa (9/11/2021).

Khairul menambahkan, pada penurunan level ini pihaknya akan membuka kegiatan yang cenderung melibatkan banyak orang. Seperti kompetisi, hiburan, olahraga dan lain-lain dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tak hanya protokol kesehatan, dirinya juga akan menyediakan layanan scan aplikasi peduli lindungi.

Baca Juga :  Tak Indahkan Perda, 3 Pedagang Buah Musiman Kena Denda

“Akan kami pelajari juga apa yang boleh dan tidak boleh dari Inmendagri itu, nanti akan ada SE walikota yang baru. Event, olahraga juga, kemarin kalau kompetisi selalu tanpa penonton, untuk kali ini semoga kita bisa libatkan masyarakat untuk menonton,” ujarnya.

Ketua Satgas Covid Tarakan ini menjelaskan terjadinya penurunan ini berhubungan dengan upaya pemerintah yang terus menggenjot vaksinasi. Adapun indikator lain seperti angka kematian, hunian rumah sakit dan kasus yang aktif juga optimis akan turun ke level 1 kedepan.

Baca Juga :  Lapas Tarakan Razia Kamar Hunian, Masih Ditemukan HP

“Vaksinasi cukup bagus dan melampau target nasional. Kemudian, positif rate, angka kematian yang saat ini hampir nol persen, hunian rumah sakit juga nol persen, kasus aktif turun, jadi menurut saya kita bisa turun level ke 1,” tutupnya.

Meskipun demikian, pihak Pemerintah Kota Tarakan harus tetap berhati-hati menghadapi prediksi gelombang ketiga yang akan terjadi di akhir tahun 2021. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *