Tarakan Jadi Wilayah Sentra Vaksinasi Pariwisata Pertama di Kalimantan

benuanta.co.id, TARAKAN – Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar sentra vaksinasi yang ditujukan kepada 1.000 pelaku pariwisata, UMKM dan masyarakat umum di Pantai Amal.

Koordinator Kemenparekraf Area Kalimantan, Widayanti Bania mengatakan, tujuan sentra vaksin ini untuk mendorong masyarakat, khususnya pada destinasi pariwisata agar melakukan vaksinasi.

“Karena masyarakat kalau mau berwisata pasti mencari destinasi yang baik. Nah untuk itulah kita vaksin pelaku pariwisatanya supaya mereka merasa nyaman dan konsumen juga nyaman,” katanya, Senin (8/11/2021).

Baca Juga :  Respons Keluhan Penumpang, BI Pastikan QRIS di Pelabuhan Tengkayu I Tanpa Biaya Tambahan

Dengan program tersebut, Kota Tarakan satu-satunya wilayah di Kalimantan yang mendapatkan kesempatan untuk vaksin pelaku pariwisata. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa Tarakan merupakan kota dengan dropping vaksin yang masih cukup dibandingkan wilayah Kalimantan lainnya.

“Untuk dukungan dari kementrian tak hanya di Kalimantan aja, sudah pernah di Gorontalo, Ambon dan lain-lain. Kalau di Kalimantan ya baru di Tarakan ini,” sambungnya.

Target 1.000 vaksin yang menyasar pelaku pariwisata ini, lanjut Widayanti, bahwa wisata kunjungan akan aman dan tidak menimbulkan ledakan kasus.

Baca Juga :  Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos, Jenazah Korban Dipulangkan ke Malinau

“Kalau saya lihat di sini sudah mulai aman, dan wisata sudah dibuka juga,” lanjutnya.

Terpisah, Walikota Tarakan, dr. Khairul menegaskan cakupan vaksinasi Kota Tarakan hingga saat ini sudah menyentuh angka 71 persen. Khairul optimis dengan pertambahan pelaku pariwisata ini persentase vaksinasi akan terus naik.

“Targetnya akhir November kita 80 persen, malah kita melampaui target nasional yang ditarget 70 persen pada akhir tahun,” ujar Khairul.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Kebakaran di Masjid As-Sholihin Dipicu Korsleting Listrik

Ketua Satgas Covid Kota Tarakan ini membeberkan, secara teori dampak yang akan diberikan kepada kota atas tercapainya Herd Immunity adalah dapat membuat virus menjadi endemis.

“Herd Immunity terjadi ketika 80 persen populasi yang tinggal itu terlindungi. Maka 80 persen bisa melindungi yang 20 persen, yakni yang belum vaksinasi,” tutupnya. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *