PLBN Long Midang Berjalan Lambat, Pemerintah Upayakan Bersurat ke Malaysia

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus berjalan, dimulai sejak tahun 2020 oleh Kementerian PUPR. Sehingga di tahun ini terus berproses untuk 4 PLBN yakni PLBN Terpadu Sei Pancang, Long Midang, Labang dan Long Nawang.

“Tapi ada yang sempat terhambat yaitu PLBN di Krayan yakni Long Midang karena menyangkut tentang penyediaan materialnya,” ucap Kepala Bapedda Litbang Kaltara, Risdianto kepada benuanta.co.id, kemarin.

Pihaknya pun memfasilitasi bersama dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) agar bekerjasama dengan Corporation yang ada disana dalam rangka menyusun list agar material itu tetap masuk ke Indonesia melalui Lawas Serawak, Malaysia.

Baca Juga :  Bappeda Litbang Kaltara Dorong Integrasi Data untuk Penanggulangan Kemiskinan

“Tujuannya untuk memenuhi material pembangunan PLBN di Krayan,” bebernya.

Risdianto menuturkan dari 4 PLBN ini 3 diantaranya memperlihatkan kemajuan yang pesat salah satunya PLBN Sei Pancang di Sebatik itu hampir selesai.

“Terkendala memang di Long Midang, kalau Labang dan Long Nawang itu material tetap lancar,” jelasnya.

Mempercepat pembangunan PLBN Long Midang, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) dan kementerian terkait lainnya.

Baca Juga :  Flash News! Kejati Kaltara Geledah Kantor Gabungan Dinas, Beberapa OPD Diperiksa

“Ini supaya keamanan perbatasan lebih terkontrol dengan adanya PLBN,” ujar Zainal.

Sementara itu, Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid mengatakan di Kecamatan Krayan ada 2 PLBN yang dibangun yaitu di Long Midang dan Labang. Dampak dari lockdown di Malaysia maka pembangunan PLBN terhambat terutama Long Midang hanya sekitar 20 sampai 30 persen.

Baca Juga :  Tersangka Korupsi Aplikasi ASITA Masuk DPO, Kejati Kaltara Masih Lacak Keberadaan MI

“Kendalanya karena lockdown maka pembangunan PLBN di Krayan ini terhambat. Pengiriman logistik dan material dari Malaysia untuk pembangunan PLBN, dapat dilakukan setelah kedua negara bersurat agar perbatasan dibuka,” terangnya.

Sementara itu, PLBN Sei Pancang di Sebatik sendiri telah mencapai progres yang baik, mencapai angka 80 an persen. Sehingga di tahun 2022 sudah dapat beroperasi.

“Tahun depan, InsyaAllah selesai kini tinggal mengerjakan sedikit saja,” paparnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *