benuanta.co.id, TARAKAN – Keterangan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang menyatakan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 5-11 tahun dapat dilaksanakan pada 2022.
“Rencananya kalau itu (vaksin) sudah keluar hasil uji klinisnya, kita bisa mulai digunakan di awal tahun depan,” katanya dalam konferensi pers secara virtual melalui kanal YouTube Perekonomian RI, Selasa (26/10).
Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Utara, dr. Franky Sientoro, S.Pa mengatakan, keterangan yang disampaikan Budi Gunadi itu benar adanya. Hanya saja, saat ini pihaknya masih menantikan produsen mendaftarkan vaksin tersebut di BPOM untuk segera diedarkan di Indonesia.
“Yang mengajukan itu malahan sinopharm dan sinovac,” kata nya, Ahad (31/10/2021).
Sedangkan untuk Pfizer hingga kini belum mengajukan permohonan untuk sasaran anak kecil, sehingga pihaknya perlu menunggu Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM.
“Berdasarkan informasi dari pusat juga untuk anak-anak itu, yang sudah mengajukan vaksinasi baru dari sinovac dan sinopharm. Tapi sampai hari ini belum ada arahan,” sambungnya.
Sembari menunggu arahan dari pusat untuk vaksinasi kepada usia tersebut, Franky menuturkan bahwa vaksinasi juga hal yang penting untuk anak-anak. Terlebih saat ini Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tengah dibuka kembali.
“Belum ada arahan, jadi ya tunggu saja informasi selanjutnya. Kalau kami siap saja dalam bekerja. Asalkan sudah ada arahan untuk pelaksanaan vaksinasinya, karena kami tidak boleh serta merta melakukan vaksinasi tanpa ada arahan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







