benuanta.co.id, BULUNGAN – Masih dalam rangka HUT Kaltara ke-9. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar operasi Katarak gratis kepada masyarakat. Pelaksanaannya dimulai Sabtu 30 Oktober hingga Ahad 31 Oktober 2021, di Kantor Dinkes Kaltara Jalan Rajawali.
“Kebetulan kita laksanakan di wilayah Kabupaten Bulungan, tapi sasarannya kita buka seluasnya dari daerah manapun kita terima,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltara, Agust Suwandy kepada benuanta.co.id, Sabtu 30 Oktober 2021.
Bagi peserta yang berasal dari luar Bulungan, akomodasi transportasi ditanggung masing-masing calon pasien. Pasalnya yang ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara hanya biaya operasi Kataraknya.
“Jumlah peserta yang telah mendaftar sekitar 145 orang. Tapi ini ada seleksi lagi berupa skrining,” sebutnya.
Agust menuturkan, dari 145 peserta ini harus melalui beberapa skrining di antaranya rapid antigen. Jika ditemukan adanya peserta yang positif maka tidak diperbolehkan untuk mengikuti operasi. Berbeda jika negatif, peserta ini kembali harus melalui pemeriksaan kesehatan.
“Bisa saja tidak semua bisa di operasi, karena ada juga pasien yang miliki gula darah tinggi, hipertensi. Maka operasinya di tunda sembari menunggu diobati dulu. Jika dimungkinkan maka pasien ini bisa dioperasi besoknya,” tuturnya.
Begitu juga saat pemeriksaan kondisi mata apakah layak atau tidak untuk di operasi. Jika memungkinkan,dokter akan melanjutkan untuk pasien ini di operasi katarak maupun operasi Pterygium.
“Kalau yang tidak layak untuk di operasi maka diberikan konseling dan pengobatan. Mereka yang operasi hari ini maka besok kontrol di sini,” ucap Agust.
Dia melihat pasien kebanyakan dari lanjut usia (lansia) dan hanya beberapa orang dari usia muda. Untuk dokternya sendiri, Dinkes Kaltara datangkan dari Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
“Kita undang 2 dokter spesialis mata dan 4 orang perawat. Untuk estimasi operasinya untuk katarak memakan waktu 15 menit sedangkan operasi Pterygium itu sekitar 10 menit,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : Yogi Wibawa







