73 Jiwa dari 293 Korban Kebakaran di Belakang Hotel Ramayana Bertahan di Posko, Ini Kebutuhan Mendesaknya

benuanta.co.id, TARAKAN – Ruang pertemuan di kantor Kelurahan Sebengkok menjadi posko penampungan korban kebakaran di RT belakang Hotel Ramayana pada Selasa (26/10) kemarin. Sekitar 38 bangunan yang ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.

Menurut data kelurahan Sebengkok, sebanyak 73 jiwa yang masih bertahan di kantor Kelurahan Sebengkok dari data awal sebanyak 96 jiwa. Secara keseluruhan jumlah korban kebakaran ini sebanyak 293 jiwa yang sudah terdata. Alasan sebagian korban meninggalkan posko penampungan karena ada keluarga korban yang menjemput.

Selain orang dewasa, terdapat juga bayi dan balita dalam peristiwa ini sehingga pihak kelurahan menyiapkan ruang khusus untuk mereka. Untuk jumlahnya bayi sebanyak 4 orang dan balita 14 orang.

Baca Juga :  Dishut Sebut Revitalisasi KKMB Tarakan Terganjal Administrasi Lahan

“Dihari pertama kemarin sampai jam 8 malam jumlahnya 96 jiwa dari 293 jiwa yang terdata sebagai korban, dan pagi ini tinggal 73 jiwa saja,” jelas  Lurah Sebengkok Syakhril Alamsyah, Rabu (27/10/2021).

Selama tinggal di posko penampungan, tentu para korban ini membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan mereka selama di posko. Adapun kebutuhan pangan, sandang, obat-obatan dinilai sangat mendesak untuk dipenuhi bagi para korban tersebut. Bahkan, kebutuhan untuk perlengkapan bayi hingga masker, air bersih dan listrik juga sangat diperlukan.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Galian C Tarakan Belum Optimal, Kendalanya Kepatuhan Wajib Pajak

“Kita hanya ada satu tanki profil air, dan kita juga belum tahu sampai kapan mereka disini karena ini kan kantor jadi kami berfikir 1 profil cukup, lain hal kalau ada musibah seperti ini,” jelas Syakhril.

Untuk kebutuhan listrik juga demikian, bahwa pada posko terdapat kipas yang harus menyala untuk kenyamanan para korban kebakaran. “Kita ada kipas juga membantu mereka kan,” lanjut Syakhril.

Untuk mengatasi hal ini, Walikota Tarakan telah menyampaikan kebutuhan bagi para korban ke instansi terkait. “Ketersediaan listrik dan air bersih kita sudah sampaikan ke PDAM, PLN juga bisa langsung mengubungi,” tutur Khairul.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Soroti Kendala Program MBG di Tarakan Timur

Pemerintah Kota Tarakan tak hanya memberikan bantuan mengenai air dan listrik, namun juga memberikan bantuan berupa sembako serta santunan yang diberikan kepada korban kebakaran.

“Kita ada kasih sembako juga, peralatan lainnya dan ada santunan, untuk penyewa sebesar Rp 1 juta, untuk pemilik Rp 1,5 juta, dari provinsi juga nanti ada,” katanya.

Diketahui, Pemkot Tarakan belum menetapkan masa tanggap darurat bagi korban eks kebakaran tersebut. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *