oleh

BNNP Kaltara Rilis 2 Kasus Pengungkapan Sabu 4,9 Kg, 5 Tersangka Diamankan

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kaltara merilis pengungkapan 2 kasus peredaran gelap narkotika di Tarakan pada 6 dan 9 Oktober 2021 lalu. TKP pertama di Pelabuhan Malundung Tarakan dan TKP kedua di kargo Bandara Juwata Tarakan.

Kepala BNNP Kaltara, Brigjend Pol Samudi menuturkan, dari 2 TKP ini BNNP Kaltara telah menyita sebanyak 4,9 kg narkotika yang diduga jenis sabu. Pada 6 Oktober 2021, di Pelabuhan Malundung sebanyak 1.963,98 gram disita BNNP dengan mengamankan 3 orang tersangka.

Kemudian pada 9 Oktober 2021, di kantor Cargo Bandara Juwata Tarakan, sebanyak 2.946,46 gram diamankan petugas keamanan bandara yang dilimpahkan kepada petugas BNNP Kaltara.

“Tersangka IF mendapatkan 2 bungkusan diduga sabu sudah dikemas dengan plastik bening dibungkus kresek hitam di dalam tas ransel disimpan di rumahnya, besok paginya I abawa barang itu atas suruhan RM (napi lapas Tarakan) menuju ke Pare-pare dengan upah Rp 50 juta menggunakan transportasi laut KM Bukit Siguntang,” terang Samudi, Senin, 19 Oktober 2021.

Baca Juga :  Mantan Kepala Sekolah SDN 051 Akui 3 Orang Siswa Tak Naik Kelas Berubah Perilakunya Sejak 2017

Niat pelaku ini berakhir ketika upaya mereka lebih dulu terendus aparat BNNP Kaltara. Pengungkapan kasus sabu 1,9 kg ini BNNP Kaltara berkoordinasi dengan Bea Cukai Tarakan.

“Jadi, petugas mengamankan IF di depan ruang tunggu Pelabuhan Malundung Tarakan, digeledah tas ranselnya ditemukan 2 bungkusan diduga narkotika jenis sabu,” jelasnya.

Keterangan dari IF, ia diperintahkan napi lapas Tarakan, RM. Selain RM turut diamankan juga IW yang diduga terlibat dalam peredaran sabu 1,9 kg tersebut. Ketiga orang ini digelandang ke kantor BNNP Kaltara untuk menjalani penyidikan.

Lebih lanjut dikatakan Samudi, untuk kasus kedua di kantor Cargo Bandara Juwata Tarakan, disita sebanyak 2,9 kg yang terbagi menjadi 3 bungkus plastik bening. Awalnya, BNNP Kaltara mendapatkan laporan dari petugas keamanan Bandara Juwata Tarakan barang diduga sabu dari jasa pengiriman barang ekspedisi di kantor kargo bandara.

Baca Juga :  Konferensi PWI Kaltara Ke-1 Digelar, Ini Masukan PWI Pusat

“Setelah dibuka paketan ini berisi serbuk kristal diduga sabu yang dibungkus dengan ban dalam sepeda motor dan dililit lakban warna coklat,” ujar Samudi.

Paketan ini bertuliskan nama penerima Rizal di Pare-pare. Dari temuan ini petugas BNNP Kaltara berkoordinasi dengan Bea Cukai Tarakan untuk melaksanakan penyelidikan lebih lanjut.

“Tim pemberantasan BNNP Kaltara bersama Bea Cukai Tarakan melakukan penangkapan dengan cara Control Delivery terhadap penerima barang (kurir) sesuai dengan alamat penerima di TIKI Pare-pare pada 11 Oktober 2021,” ungkapnya.

Setelah mengamankan kurir di kantor jasa ekspedisi, BNNP Kaltara mengamankan lagi pelaku lain di hotel. Informasi dari dua pelaku yang lebih dulu diamankan, mereka diperintahkan napi lapas Pare-pare bernama Rizal.

Baca Juga :  Realisasi SOA Barang di Kaltara Sebagian Besar Hampir 100 Persen

Rizal sebelum dibawa penyidik BNNP Kaltara dari Pare-pare, dia lebih dulu menghembuskan nafas terakhir. Sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya.

“Setelah dikembangkan kasus, Rizal diketahui menyuruh seseorang di Nunukan yakni ED yang kini masuk DPO. Tim pemberantasan melakukan penggeledahan di rumah ED di Nunukan, ditemukan barang bukti 2 buah ban dalam motor dan lakban warna coklat dan bening serta alat komunikasi yang digunakan untuk menghubungi Rizal (di lapas Pare-pare), barang bukti diamankan BNNP Kaltara,” tandasnya.

Perbuatan semua tersangka ini disangka melanggar pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 sub pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.(*)

 Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *