oleh

Karantina Tujuh Hari di Malaysia Untuk Semua Warga Negara

Kuala Lumpur – Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) menegaskan pengurangan karantina dari 14 hari menjadi tujuh hari bagi pendatang dari luar negeri yang tiba ke Malaysia berlaku untuk semua warga negara.

“KKM ingin merujuk pada pernyataan perdana menteri pada 15 Oktober 2021 mengenai pengurangan tempo karantina wajib pendatang dari luar negara dan perintah pengawasan bagi kontak rapat yang berlaku Senin 18 Oktober 2021,” ujar Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin di Putrajaya, Sabtu.

Mereka yang telah lengkap vaksinasi COVID-19 akan menjalani tempo karantina selama tujuh hari manakala mereka yang tidak lengkap vaksinasi COVID-19 perlu menjalani tempoh karantina selama sepuluh hari.

Baca Juga :  WHO Namai Varian Baru COVID Afsel Omicron, Yang Diwaspadai

Khairy mengatakan pengurangan karantina berlaku untuk semua warga negara, penduduk tetap Malaysia, ekspatriat atau korps diplomatik atau orang asing lain yang diizinkan oleh Dirjen Imigrasi untuk memasuki Malaysia dari luar negeri.

“Individu yang diberi perintah pengawasan oleh pegawai yang diberi kewenangan, contohnya individu yang pulang dari kawasan berisiko tinggi yang terjadi penularan wabah seperti yang diumumkan oleh pemerintah,” katanya.

Baca Juga :  Mulai 1 Desember, warga Indonesia diizinkan masuk ke Saudi

Bagi tujuan memastikan kelancaran pelaksanaan tempo karantina baru ini, ujar dia, KKM telah menggariskan sejumlah ketetapan.

“Semua individu yang diberikan perintah pengawasan oleh pegawai yang berwenang pada 18 Oktober 2021 akan menjalani karantina tujuh hari bagi mereka yang lengkap vaksinasi COVID-19 dan 10 hari bagi yang tiada atau tidak lengkap vaksinasi COVID-19,” katanya.

Baca Juga :  HiLo School Dukung Siswa-Siswi SD Indonesia Tingkatkan Kecintaan Sains melalui HiLo School Health and Green Science Competition 

Bagi individu yang sedang menjalani karantina wajib, ujar dia, mereka akan selesai karantina mengikuti tempo karantina baru yang telah diumumkan.

“Walau bagaimanapun uji RT-PCR perlu dijalankan sebelum selesai karantina,” katanya. (ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *