oleh

Tunggu Instruksi Pusat, Kemenag Tarakan Prioritaskan 649 Jemaah Umrah

benuanta.co.id, TARAKAN – Kementerian Agama (Kemenag) Tarakan memprioritaskan sebanyak 649 jemaah umrah lantaran mendapat kabar baik dari Kerajaan Arab Saudi Arab Saudi melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI yang sudah memberikan sinyal lampu hijau bagi jemaah umrah asal Indonesia beberapa waktu lalu.

Sebagaimana dalam keterangan Menlu, Retno pada Sabtu (9/10/2021) lalu, pihaknya telah menerima nota diplomatik dari Kedubes Arab Saudi di Jakarta yakni terkait pembukaan pelaksanaan umrah bagi jemaah asal Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tarakan, H. Muhammad Aslam, SE., menjelaskan bahwa dirinya telah memprioritaskan ratusan data jemaah umrah yang sempat tertunda di kota Tarakan. Dirinya pun telah menerima surat yang ditujukan kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk segera mempersiapkan keberangkatan.

Baca Juga :  Penyitas HIV/AIDS, Sarat Diskriminasi Masyarakat dan Minim Pelayanan Kesehatan

“Surat dari Dirjen PHU (Penyelenggara Haji dan Umrah) untuk travel seluruh Indonesia itu agar mempersiapkan keberangkatan perjalanan umrah. jadi ada beberapa PPIU sudah mendaftar dan masih menunggu kapan dibuka,” tuturnya kepada benuanta.co.id, Jumat (15/10/2021).

Dijelaskan Aslam, saat ini terdapat 649 jemaah umrah yang telah didata untuk diprioritaskan. Data tersebut kian menurun karena terdapat beberapa jemaah yang membatalkan perjalanan umrahnya.

Baca Juga :  Flash News! Kapal Muat Bahan Bangunan ke Sebatik Hilang Kontak

“Sekarang sekitar 649 jemaah, bahkan sudah ada yang narik atau batal berangkat, ada juga yang sabar menunggu,” sambungnya.

Selain persiapan, dirinya juga menjelaskan ada pendataan mengenai jenis vaksin yang telah ditentukan. Diantaranya, Moderna, Pfizer, Johnson and Johnson dan Astra Zeneca.

“Vaksin ini masih belum jelas, apakah Sinovac boleh jika ada booster, karena kemarin yang sudah diizinkan ada empat, Sinovac masih tanda tanya,” jelas Aslam.

Baca Juga :  Tanpa PCR Pasien Masuk Ruang Isolasi Covid-19, Ini Kata Pihak RSUD

Kendati demikian, pihaknya terus menunggu kepastian yang akan dikeluarkan oleh Menteri Agama perihal waktu keberangkatan.

“Belum ada keputusan kapan berangkat, kita nunggu keputusan menteri agama yang pasti jika sudah ada pasti akan disebutkan dan dikabarkan juga,” tandasnya.(*)

Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew/Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *