oleh

PNBP Lampaui Target, Penerimaan Negara Terbesar Berasal dari Pengelolaan Kekayaan Negara

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tarakan membeberkan realisasi APBN berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yakni pemanfaatan dan pemindahtanganan aset, lelang dan piutang negara pada triwulan III tahun 2021.

“Realisasinya hingga triwulan ketiga ini mendapatkan hasil 95,05 persen dari target PNBP selama setahun atau sebesar Rp 8,49 miliar,” ungkap Kepala KPKNL Tarakan, Doni Prabudi kepada benuanta.co.id, Kamis 14 Oktober 2021.

Menurutnya, realisasi PNBP tersebut berasal dari 3 penerimaan diantaranya pengelolaan kekayaan negara sebesar 71,43 persen atau senilai Rp 6,06 miliar, dari lelang sebesar Rp 2,41 miliar atau 28,45 persen dan piutang negara berupa biaya administrasi sebesar Rp 9,7 juta atau 0,11 persen. Dengan kata lain realisasi tahun 2021 meningkat dibandingkan realisasi tahun 2020.

Baca Juga :  DPRD Dorong Masyarakat dan Kontraktor Lokal Dilibatkan dalam Pembangunan KIPI

Secara rinci, Doni Prabudi menuturkan untuk realisasi pengelolaan kekayaan negara berasal dari pengelolaan BMN persentasinya sebesar 18 persen atau senilai Rp 1,08 miliar, penjualan BMN sebesar 7 persen atau Rp 409 juta lebih, penjualan barang rampasan senilai Rp 335 juta lebih atau 5 persen.

“Kemudian pendapatan BLU lainnya sebesar 70 persen atau senilai Rp 4,23 miliar,” bebernya.

Baca Juga :  Emban Tugas Besar, Nicky Saputra Dinobatkan Sebagai Ketua PWI Termuda se-Indonesia

Kemudian capaian pelaksanaan lelang sendiri terdiri dari total pokok lelang mencapai Rp 108,90 miliar dari target Rp 92 miliar. Lalu total PNBP capaiannya Rp 2,4 miliar dari Rp 2 miliar lebih.

Selain soal realisasi APBN, KPKNL Tarakan juga mengalami kerugian berupa aksi penipuan berkedok lelang. Ada oknum tak bertanggungjawab yang mengaku sebagai pegawai KPKNL Tarakan yang memberikan harga murah kepada korban, lalu meminta uang muka dan menjanjikan menang lelang.

Baca Juga :  Penuhi Kebutuhan Warga Krayan, Pertamina Terbangkan Ratusan Tabung Elpiji

“Sudah ada 2 aduan hingga Agustus 2021, berupa penipuan kedok lelang, sudah kita teruskan ke kepolisian. Korbannya sudah ada transfer uang kepada pelaku,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat berhati-hati, ada baiknya melakukan pengecekan melalui website resmi KPKNL dan datang langsung ke kantornya.

“Ke depan kita akan melakukan sosialisasi dengan menghadirkan media massa,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *