oleh

Bupati Bulungan Bersama Rombongan Ziarah Makam Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas

benuanta.co.id, BULUNGAN – Setelah melakukan upacara peringatan hari jadi Kabupaten Bulungan Ke-61 dan Kota Tanjung Selor Ke-231. Agenda yang cukup penting adalah melakukan ziarah ke makam para Kesultanan Bulungan, hal ini untuk mengingat para tokoh pendiri Kabupaten Bulungan kelak.

“Sebelumnya kami laksanakan salat Jumat kemudian lanjut tahlilan dan melakukan ziarah ke makam Kesultanan Bulungan beserta keluarganya di Kompleks Masjid Maulana Muhammad Kasimuddin,” ungkap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id,

Adapun makam yang diziarahi diantaranya Datu Belembung gelar Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin memerintah dari tahun 1902 hingga 1924. Makam Datu Ahmad Sulaiman yang bergelar Sultan Ahmad Sulaiman pada tahun 1929.

Kemudian makam Datu Tiras bergelar Sultan Maulana Muhammad Djalaluddin II memerintah dari tahun 1931 hingga 1950. Lalu makam Datu Bandar bergelar Datu Mansyur merupakan adalah Mangkubumi atau Perdana Menteri sejak zaman Sultan Adzimuddin memerintah hingga masa Sultan Djalaluddin II.

Baca Juga :  Hati-hati! Jalan Agathis Tanjung Selor Rawan Kecelakaan

Setelah itu, bergeser ke makam Datu Muhammad Saleh gelar Datu Perdana, menjadi Menteri ke II pada tahun 1938 pada masa Sultan Djalaluddin II memerintah. Datu Perdana juga sempat menjadi kKepala Djawatan Kantor Agama Bulungan pertama.

Bupati Bulungan Syarwani bersama Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar dan Dandim 0903 Bulungan Kolonel Inf Akatoto juga berziarah ke makam Datu Muhammad bergelar Datu Bendahara Paduka Raja merupakan saudara dari Datu Tiras menjabat sebagai Menteri ke I pada masa Sultan Djalaluddin.

“Setelah ziarah makam, kegiatan berpindah ke Rumah Raya Bulungan untuk pemberian gelar kepada pak Kapolres Bulungan, Dandim Bulungan dan Wakil Bupati Bulungan,” jelasnya.

Untuk Syarwani 3 tahun sebelumnya telah mendapatkan gelar dari Lembaga Adat Bulungan (LAB) yakni Yang Mulia Pangeran Setia Syarwani sehingga prosesi tadi hanya berupa pemberian tanda penghormatan.

Baca Juga :  Terus Meningkat, Vaksinasi Tahap Kedua Mencapai 46,25 PersenĀ 

Adapun gelar baru yang diberikan LAB yaitu kepada Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar dengan gelar Yang Mulia Pangeran Aswara Wira Setia dan Dandim 0903 Bulungan Kolonel Inf Akatoto mendapat gelar Yang Mulia Pangeran Aswara Wirayuda.

“Pemberian gelar kepada Kapolres dan Dandim karena sebagai insan dan tokoh masyarakat yang telah memberikan kontribusi bersama Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk sama-sama membangun Bulungan khususnya menjaga kondusivitas dan keamanan daerah ,” ujarnya.

Selain itu, Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala yang sebelumnya mendapatkan gelar dari Kesultanan Yogyakarta, dengan nama Yang Mulia Kanjeng Raden Tumenggung Suryo Wibisono. Pada kali ini juga mendapat gelar dari LAB dengan gelar Pangeran Wira Dayaram.

Baca Juga :  Jalan Nyaris Putus, Pemdes Salimbatu Minta Diperhatikan Pemda

“Pemberian gelar tersebut salah satunya untuk melestarikan budaya,” bebernya.

Sementara itu Ketua LAB, Datu Buyung Perkasa mengatakan pada hari ini memberikan 3 gelar, pertimbangannya karena orang tersebut tengah memimpin. Gelar itupun tak sembarangan karena memiliki arti dan makna.

“Seperti Pangeran Setia itu karena setia kepada masyarakat, pekerjaan dan toleransi kepada semua orang,” ucap Datu Buyung Perkasa.

Dia menambahkan jika ada orang yang tidak menyebut gelar kepada keempat orang tersebut dalam acara adat di mana pun. Maka diberikan denda adat, jika berada di daerah lain maka lembaga adat daerah itu yang memberikan denda.

“Kalau hasil kesepakatan kita dalam rapat lembaga adat, tidak menyebut gelar itu akan didenda Rp 50 juta,” pungkasnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *