oleh

167 Pelajar di SMAN 2 Tarakan Tidak Mau Divaksin

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah gencar melakukan sosialisasi agar semau warga negara yang memenuhi syarat agar mengikuti program vaksinasi termasuk bagi para pelajar. Namun, masih terdapat pelajar yang tak mau divaksin lantaran tidak mendapat persetujuan orang tuanya.

Pertimbangan lainnya, karena ada pelajar yang belum genap 3 bulan bebas dari Covid-19. Hal itu menjadi kendala belum bisa divaksin.

Kepala SMAN 2 Tarakan, Erni Nurjanah mengatakan bahwa sebanyak 130 pelajar sudah mengikuti vaksin di berbagai layanan kesehatan seperti Kodim, RSUD dan lokasi lainnya. Untuk total keseluruhan siswa SMAN 2 Tarakan mencapai 1.044 siswa.

“Ada 167 siswa yang orang tuanya tidak setuju divaksin. Tapi nggak masalah, kami tunggu kerelaan orang tua saja,” beber Erni, Kamis (14/10/2021)

Baca Juga :  Menunggu Hasil Visum Jenazah Laka Laut, Polair: Kami Tak Bisa Sampaikan

Jadi, saat ini terdapat sekitar 877 siswa yang sudah tervaksin dosis pertama. Untuk mendapatkan vaksin pelajar ini, mereka wajib mengantongi surat persetujuan orang tua yang telah ditandatangani menggunakan materai..

“Saya minta itu surat pernyataan disertai materai juga, kami dari pihak sekolah tidak berani kalau langsung main suntik aja,” sambung Erni.

Tak hanya kendala pada izin orang tua, namun pelaksanaan vaksinasi ini juga belum diberikan kepada beberapa siswa dikarenakan adanya siswa yang baru sembuh dari covid-19, serta adanya siswa yang memiliki riwayat komorbit.

“Untuk komorbid kan kalau saya menyarankannya bisa datang kesekolah discreening terlebih dahulu nanti baru ditentukan layak vaksin atau tidak,” jelasnya

Baca Juga :  Antisipasi Varian Omicron, ASN dan Masyarakat Dilarang Keluar Daerah

“Jadi saya sarankan orang tua jangan memutuskan sepihak. Takutnya nanti pembelajaran tatap muka (PTM), temannya sudah divaksin tapi ada yang belum. Maka risih sendiri, namun semuanya kami kembalikan kepada orang tua,” imbuh Erni

Meski beberapa orang tua melarang anaknya untuk mendapatkan suntikan vaksin namun ditegaskan Erni bahwa siswa yang telah mendapatkan vaksin dan yang belum mendapatkan vaksin tetap mendapatkan perlakuan yang sama di sekolah, misalnya tetap dapat mengikuti PTM jika sekolah telah dibuka kembali nantinya.

Siswa Kelas XII IPA II, Nabila mengatakan bahwa dirinya senang karena sudah mendapatkan vaksin covid-19 sehingga ia bisa bepergian keluar kota bersama keluarga. Usai divaksin, ia merasa lebih fresh dan sehat dan tak merasakan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Baca Juga :  Vaksin J&J Akan Disuntikkan ke Warga Kaltara, Syarat Usia di Atas 18 Tahun

Nabila mendapatkan dukungan dari orang tua untuk pelaksanaan vaksinasi pelajar ini. Sebelum pandemi, Nabila sempat merasakan bangku sekolah tanpa virus yakni saat berada di kelas X SMA. Ia melakukan vaksin ini juga untuk mendukung kegiatan PTM.

“Jadi, lebih suka PTM karena lebih paham dan maksimal dibanding belajar daring. Kalau ada PTM, saya siap. Sudah dua tahun tidak bertemu teman-teman,” tuntasnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *