oleh

Tunggu IPK, KHE akan Buat Jalan Menuju Fasilitas Umum PLTA

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kecamatan Peso saat ini terus berlanjut. Salah satu progresnya pembangunan gudang bahan peledak (handak) yang telah rampung dikerjakan, nantinya berguna untuk meledakkan batu besar yang berada di jalur bendungan.

“Gudang handaknya sudah selesai tinggal menunggu izinnya dari Mabes Polri. Sekarang lagi proses tambahan seperti pagar, lampu sorot dan lainnya,” ungkap Khaeroni selaku Direktur Operasional Kayan Hydro Energy (KHE) kepada benuanta.co.id, Rabu 13 Oktober 2021.

Pihaknya juga merencanakan pengerjaan jalan penghubung dari jalan poros PU seberang Desa Long Bia menuju ke proyek fasilitas umumnya. Kata dia, tahun ini mulai dibuka dan tengah mengajukan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK).

Baca Juga :  Ratusan Personel Gabungan Polres Bulungan dan Brimob Diterjunkan Kawal Aksi Demo di Mara Satu

“Saat ini ajukan izin tebangnya untuk pemanfaatan kayunya, itu sudah masuk ke Dinas Kehutanan Provinsi. Targetnya satu dua bulan sudah selesai kami langsung membuat badan jalan,” jelasnya.

Selain itu pembebasan lahannya juga sudah selesai sehingga tinggal melakukan konstruksi badan jalan, setelah itu lanjut pada konstruksi jembatan dan jalan di luar Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

Baca Juga :  Tanggapi Aspirasi Buruh, Syarwani Minta Disnakertrans Turun Tangan

“Panjangnya itu kurang lebih 4,2 plus 3 itu sekitar 7 kilometer hingga 12 kilometer. Itu dari seberang Long Bia menuju ke proyek fasilitas umum PLTA, sebelum bendungan 1,” ucapnya.

Khaeroni mengatakan proses agak lama, pasalnya untuk proses tebang itu mengharuskan pihaknya menghitung jumlah tanaman di lapangan yang luasnya sekitar 120 hektare, lalu dilaporkan kepada Dinas Kehutanan Provinsi Kaltara.

Baca Juga :  Dua Puskesmas Terpencil di Bulungan Sabet Penghargaan dari Kemenkes

“Setelah di Dinas Kehutanan baru dibuatkan perintah tugas baru pengecekan lapangan dan menyuruh kita buat tabel detail dengan barcode. Kemudian di laporkan lagi dan di cek Dinas Kehutanan, lalu kemudian terbit izin,” paparnya.

Dia menambahkan izin yang telah dipegang oleh KHE adalah izin usaha pembangkitan tenaga listrik, izin lingkungan atau Amdal dan izin lainnya.

“Total izin kurang lebih 24 izin plus rekomendasi yang kami pegang,” pungkasnya. (*)

Reporter : Heri Muliadi

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *