oleh

Seperti Covid-19, Virus Rabies Juga Punya Risiko Kematian yang Tinggi Terhadap Manusia

benuanta.co.id, BULUNGAN – Di masa pandemi Covid-19 warga tentunya tidak menghiraukan bahaya virus lain yang tentunya tergolong berbahaya. Salah satunya virus rabies yang tentunya tak kalah berisiko bagi hewan peliharaan maupun manusia.

Seperti yang dilakukan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Tanjung Palas Utara (TPU) Kabupaten Bulungan, yang melakukan vaksin terhadap ratusan ekor anjing dan kucing di desa-desa yang memiliki tingkat populasi tinggi pada Sabtu, 9 Oktober 2021.

Kepala Puskeswan TPU, drh Rian Jehansa mengatakan vaksinasi rabies dilakukan guna mencegah dampak penularan dari virus rabies itu senditi. Mengingat selama masa pandemi Covid-19, masyarakat hanya fokus terhadap pencegahan dampak penularan Covid-19 saja.

Baca Juga :  Polri Terapkan Tes Psikologi untuk SIM Baru dan Perpanjangan

“Umumnya rabies sama berbahayanya seperti Covid-19, karena sama-sama memiliki risiko kematian. Sehingga vaksinasi rabies terhadap anjing dan kucing perlu dilakukan sebagai bentuk pencegahan,” kata Rian.

Rian juga menjelaskan, selain rentan terhadap hewan virus rabies juga sangat berbahaya terhadap manusia. Bedanya ialah tanda-tanda virus rabies lebih sulit terdeteksi ketimbang Covid-19.

“Kalau Covid-19, tandanya sudah muncul dan mudah dirasakan oleh pasien berbeda dengan rabies. Karena beberapa kasus kematian yang diakibatkan oleh rabies itu malah tidak dirasakan oleh pasien, karena biasanya virus rabies memiliki waktu yang cenderung lama untuk bersarang di dalam tubuh sebelum menyebabkan kematian,” jelasnya.

Baca Juga :  Sidang Dihadapan DPRD Bulungan, Syarwani Paparkan Sejarah Bulungan

Tak hanya itu saja, Rian pun membeberkan mengenai tanda-tanda hewan yang terkena virus rabies. Di mana tanda-tanda itu dapat terlihat dari prilaku hewan yang biasanya bertingkah aneh, menjadi liar, sering mengeluarkan air liur dan takut terhadap gelap.

“Baik anjing dan kucing biasanya hanya mampu bertahan hidup selama 14 hari ketika terkena rabies. Tapi selama 14 hari itu, baik anjing atau pun kucing akan bertingkah liar, sering panik, bahkan agresif dan menyerang pemiliknya,” bebernya lagi.

Baca Juga :  BMKG: Cuaca Panas di Bulungan Bukan Gelombang Panas Tinggi

“Dan pentingnya melakukan vaksin ini juga untuk melihat kesehatan dari hewan itu sendiri, jika selama 14 hari setelah divaksin hewan itu masih hidup maka tandanya hewan itu sehat. Jika sebaliknya maka hewan itu akan mati dalam 14 hari setelah divaksin,” tutupnya. (*)

Reporter : Osarade

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *