oleh

Hari Jadi Bulungan dan Tanjung Selor, ASN Lakoni Tarian Jepen dan Gerak Sama

benuanta.co.id, BULUNGAN – Hidupkan kembali budaya tarian adat Bulungan yakni Jepen dan Tarian Gerak Sama, akan dipertontonkan pada peringatan hari jadi Kabupaten Bulungan Ke-61 dan Kota Tanjung Selor Ke-231 Pemerintah Kabupaten Bulungan. Pasalnya, tarian khas Bulungan itu telah lama vakum.

“Di tahun 2014 setelah upacara itukan dalam Birau berupa tarian massal yaitu Jepen dan Tari Gerak Sama. InsyaAllah Birau tahun ini kita kembali laksanakan, tapi dalam jumlah terbatas,” ungkap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, Jumat 8 Oktober 2021.

Kata dia, dalam Tarian Jepen dan Gerak Sama ini dilakoni oleh para aparatur sipil negara (ASN) yang berada di lingkup Pemkab Bulungan. Selain itu, semua peserta upacara yang terdiri dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bulungan.

Baca Juga :  Ditinggal Pemilik, Rumahnya Hangus Dilahap Si Jago Merah

“Kita libatkan ASN termasuk lintas sektor dari Forkopimda dan DPRD Bulungan. InsyaAllah saya juga terlibat untuk menari,” ucapnya.

Agar tidak kaku saat hari pelaksanaan, para ASN inipun telah berlatih menari. Bupati Bulungan katakan selama hampir bertahun-tahun lamanya, pagelaran tarian ini jarang ditampilkan.

“Jadi, kegiatan salah satunya untuk melestarikan budaya, saya sudah diskusikan dengan pak Sekda Bulungan saat situasi pandemi sudah normal. ASN yang dulunya senam setiap Jumat akan kita alihkan dalam sebulan itu 2 kali Tarian Jepen dan Gerak Sama,” jelasnya.

Baca Juga :  Mobil Belok Arah Ditabrak Sepeda Motor, Pengendara Motor Meregang Nyawa

Syarwani menuturkan, Bulungan tidak kekurangan budaya, hanya saja jarang ditampilkan. Terlebih pada hari jadi Bulungan dan Tanjung Selor, acara Birau yang biasanya 2 tahun sekali digelar. Pada tahun ini akan digelar dengan berbagai macam perlombaan, namun dalam catatan taat protokol kesehatan.

“Akan diselingi tarian dan senam juga nantinya, selain kita dapatkan sehatnya juga kita bisa melestarikan budaya-budaya di daerah ini,” paparnya.

Baca Juga :  Dua Puskesmas Terpencil di Bulungan Sabet Penghargaan dari Kemenkes

Saat upacara hari jadi pada tanggal 12 Oktober 2021 mendatang, setiap peserta upacara diinstruksikan mengenakan pakaian adat. Dirinya tidak mewajibkan untuk mengenakan satu pakaian tertentu, yang terpenting semuanya bisa mengenakan sebagai bentuk kecintaan terhadap adat istiadat lokal.

“Kita berikan setiap individu itu untuk mengenakan baju adat yang sifatnya lokal maupun secara nasional,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *