oleh

Pembeli BBM Banyak Bawa Jeriken, 3 SPBU Kena Teguran Tertulis 

benuanta.co.id, TARAKAN – Kelangkaan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite berimbas kepada penumpukan antrian kendaraan di sejumlah titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Tarakan.

Hal tersebut diakibatkan pengisian BBM melalui jeriken masih mendominasi dan membuat sejumlah kendaraan beralih ke jenis Pertamax dengan tarif per liternya tentu lebih mahal.

Kepada benuanta.co.id, Kasi Operasi dan Pengendalian Satuan Kepolisian Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tarakan, Marzuki melakukan patroli bersama tim untuk turun dan menegur beberapa pengelola SPBU.

Baca Juga :  Perdana, Konferensi PWI Kaltara Ke-1 Dipastikan Berjalan Maksimal 

Pantauan benuanta.co.id, terdapat tiga wilayah SPBU yang diberikan teguran secara tertulis yang berisi agar tidak melayani pengisian BBM di jerigen plastik.

“SPBU di Ladang, Kusuma Bangsa dan Mulawarman itu kami berikan teguran tertulis supaya kita tidak kembali seperti dulu yang langka BBM,” terangnya, Jumat (8/10/2021).

Marzuki menambahkan, larangan pada pengisian di jeriken plastik telah melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. SPBU dilarang keras melayani pembeli jeriken plastik tertuang pada PP Nomor 15 Tahun 2012.

Baca Juga :  Di Hari Guru, Telkomsel Hadirkan Skul.id Aplikasi Penunjang Pendidikan

“Kalau secara aturan kan dari dulu sudah tidak diperkenankan ya apalagi kan jeriken plastik, itu dilarang keras,” bebernya.

Marzuki lanjut menjelaskan, untuk para konsumen BBM yang menggunakan jeriken belum pihaknya ketahui BBM tersebut untuk apa. Dugaan saat ini masih dijual kembali dengan diecer.

“Kecil kemungkinan kalau untuk di laut ya karena di laut ada bensin, yang paling mungkin dijual kembali, tapi kita belum berani memastikan juga,” terangnya.

Baca Juga :  Berangsur Alot, Begini Hasil Rapat Penetapan UMK Tarakan

Saat ini, pihak Satpol PP Tarakan terus menggali informasi dengan menurunkan Intel ke beberapa SPBU wilayah Tarakan. Marzuki berharap kerjasama dari pengelola SPBU untuk mengikuti aturan yang telah berlaku.

“Untuk penempatan petugas semoga tidak ada, karena kita masih PPKM level 4 fokus kita terkurasnya juga disitu,” pungkasnya. (*)

Reporter : Endah Agustina
Editor : Matthew/Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *