benuanta.co.id, TARAKAN – Angin kencang yang terjadi di Tarakan pada Rabu, 6 Oktober 2021 malam mengakibatkan gelombang laut dan berimbas pada perahu nelayan di pesisir. Salah satunya yang terjadi pada perahu milik warga di RT 6, Kelurahan Lingkas Ujung yang hancur dan karam diterjang gelombang.
Perahu itu milik seorang nelayan bernama Sanusi (61), di malam itu sedang berada di dalam perahunya yang sedang bersandar di tengah kencangnya tiupan angin.
“Pak Sanusi lagi di dalam perahunya sambil timba-timba (menguras air) percikan air laut dari perahu. Di saat angin kencang akhirnya perahunya pecah terbagi dua,” terang Rustan Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kaltara yang pagi tadi meninjau langsung kondisi nelayan itu.
Dikabarkanya, Sanusi tak memiliki tempat tinggal selain sebuah perahunya yang dipakainya mencari nafkah. Saat kejadian malam itu, warga sekitar langsung membantunya keluar dari perahu.
“Jadi sekarang dia tinggal di teras rumah tetangganya. Alhamdulillah, semalam dia tidak cedera, namun terdapat warga yang tertusuk paku di sekitar puing-puing perahu itu,” tambah Rustan.
Dijelaskannya, nelayan beralat tangkap Gill Net alias pukat itu kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, tak ada lagi perahu untuk Sanusi melaut dan berhuni.
Berdasarkan pantauan BMKG Tarakan, tercatat tiupan angin kencang di malam hari. “Kecepatan angin tertinggi tercatat 31 knot,” ujar Kepala BMKG Tarakan, M Sulam Khilmi pada Rabu, 6 Oktober 2021.
Sementara itu, seorang awak kapal asal perusahaan lokal di Tarakan yang berlabuh di perairan Tarakan pun merasakan angin kencang dan ombak kuat terjadi.
“Gelombang sekitar 2 meter di sini (laut). Angin juga kencang, hujan sedang namun berombak,” tutur Richard Minggus. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Nicky Saputra







