oleh

Minta Keadilan, Keluarga Korban Pengeroyokan Datangi Polres Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Keluarga korban pengeroyokan yang terjadi di RT 17, Kelurahan Selumit Pantai tepatnya di belakang Bank BRI mendatangi Polres Tarakan pada Rabu, 6 Oktober 2021 siang.

Indra, korban pengeroyokan mengatakan kejadian bermula saat ia dan rekan kerjanya mengantar barang sembako ke salah satu toko di belakang Bank BRI pada Ahad, 3 Oktober 2021 sore.

“Saya kerja mengantar barang sembako bersama teman. Karena masuk gang, jadi saya pakai motor. Di tengah jalan (dalam gang) ada ayam lewat jadi saya buru pakai kaki. Ada yang menegur (dengan nada kasar) kepada saya. Saya cuek saja karena saya anggap bukan saya yang ditegur, soalnya ada anak-anak di sebelah saya. Saya pikir anak-anak itu yang ditegur,” papar Indra kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Lupa Cabut Kunci, Motor Matic Ini Raib di Teras Pemilik

Usai mengantar barang ke toko Indra pun kembali ke mobil. Pengantaran selanjutnya dilakukan Rivaldi yang merupakan rekan Indra menggunakan sepeda motor.

“Saya saat itu setelah antar barang kembali ke mobil nunggu (Rivaldi). Teman saya kemabli lewat jalan yang sama, motornya ditahan. Orang yang nahan motor nanya siapa yang mau nabrak ayam,” pungkasnya.

Menurut Indra, ia tidak berniat menabrak ayam tersebut melainkan mengusir ayam agar tidak tertabrak motor saat ia melintas.

“Setelah saya ditelpon untuk datang ke tempat itu oleh Rivaldi, saya langsung dipukul. Lalu dari belakang dipukul pakai papan, dan satu orang lagi pegang saya,” kisahnya.

Indra pun tak dapat berbuat banyak lantaran pukulan bertubi-tubi diterimanya. Setelah berjibaku menahan serangan tiga orang pengeroyok, akhirnya Indra berhasil melepaskan diri.

Baca Juga :  UMK Tarakan Ditetapkan Pemprov Naik 0,33 Persen Menjadi Rp 3.774.378,35

“Saya bilang kalau mau jangan main keroyok satu lawan satu,” sahut Indra kepada ketiga orang tersebut.

Warga yang melihat kejadian itu langsung melerai perkelahian antara Indra dengan tiga orang diduga pelaku. Warga lantas membubarkan perkelahian dan meminta Indra dan rekannya untuk pulang.

“Saya pulang sudah babak belur, selepas itu temui paman saya dan disarankan buat laporan ke pihak kepolisian,” tuturnya.

Atas kejadian pengeroyokan itu, Indra mengalami luka memar di sekujur tubuhnya. Bagian kepala, pinggang dan mata sebelah kiri nampak memar bekas pukulan benda tumpul.

Indra dan beberapa keluarganya pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Tarakan. Namun begitu, hingga 5 Oktober 2021 pihak keluarga belum mendapat kabar dari pihak kepolisian terkait penangkapan pelaku pengeroyokan.

Baca Juga :  Warga Berang Spanduk Penolakan Pembangunan TPS Dicabut Pemkot  

Sementara itu, Hery dari pihak keluarga dari korban pengeroyokan berharap pihak kepolisian segera menangkap para pelaku pengeroyokan terhadap Indra.

Menurut Hery, saat ini pihak keluarga diduga pelaku pengeroyokan sudah diketahui namun diduga pelaku pengeroyokan tidak berada di tempat.

“Kita sangat meminta kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan seadil-adilnya mengenai permasalahan ini. Yang jelas kedatangan kami ini murni menuntut keadilan, sementara pihak keluarga pelaku juga sudah kami hadirkan untuk mendapatkan informasi terkait keberadaan para pelaku ini,” bebernya.

Mengenai hal ini Kapolres Tarakan, AKBP Filol Praja Artadira, melalui Kasad Reskrim Polres Tarakan, Iptu Muhammad Aldi membenarkan laporan sudah diterima pihaknya.

“Iya laporan sudah kita terima dan akan segera diproses,” singkatnya. (*)

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Kenapa lamban tanggapan polres trkn*
    Beritanta kok kebanyakan diduga
    Kan korban mengetahui siapa pelakunya….