oleh

Peringati WCD, Gabungan Komunitas di Tarakan Gelar Aksi Bersih Taman Bertuah 

benuanta.co.id, TARAKAN – World Clean Up Day (WCD) adalah aksi bersih serentak di berbagai belahan dunia. Kegiatan ini diperingati setiap tahunnya yakni pada 18 hingga 25 September.

Di Kalimantan Utara sendiri, WCD digelar di tiga kabupaten kota yaitu Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau. Kepada benuanta.co.id, Yulan selaku Leader WCD Kaltara 2021 Regional Tarakan menerangkan untuk di Tarakan sendiri digelar di Taman Bertuah dan sepanjang jalan Telaga Keramat.

“Untuk Kaltara kami baru laksanakan di awal Oktober karena telat mendapat informasi dari pusat juga, dan berlangsung disekitaran Taman Bertuah dan Telaga Keramat,” katanya, Ahad (3/10/2021).

Baca Juga :  Flash News! Polisi Kembali Tangkap Pelaku Pengeroyokan di THM

Terdapat 11 komunitas yang ikut menyumbangkan tenaganya dalam aksi bersih-bersih sedunia ini.

Sementara itu, untuk penentuan titik lokasi bersih-bersih sebenarnya telah dibagi di beberapa titik kota Tarakan. Namun, mengingat Tarakan masih berlangsung nya PPKM Level 4.

“Sebenarnya ada beberapa titik, tapi karena level 4 ya kita tahu lah dan tadi juga pesertanya dibatasi, sekitar 50an saja,” imbuhnya.

Baca Juga :  Hari Kedua Lost Contact, KM Subur Indah Belum Ditemukan

Yulan menjelaskan dari hasil aksi bersih-bersih pagi tadi terdapat kurang lebih 200 Kilogram sampah yang dikumpulkan. Sampah ini terbagi menjadi dua, Organik dan Anorganik.

“Sampahnya ada 200kilo tadi kira-kira dan lebih banyak Organik nya sih karena daun dan ranting begitu, 100kilo lebih lah Organiknya,” tegasnya.

Melalui hal ini, Yulan mengharapkan untuk kedepan masyarakat kota Tarakan agar bisa lebih sadar akan lingkungan. Tak hanya itu, kedepan ia juga akan terus membuka diri untuk komunitas yang ingin menginisiasi kegiatan mulia ini.

Baca Juga :  Luapan Air Laut Ganggu Aktifitas Warga Selumit Pantai 

“Melalui ini kami harapnya masyarakat lebih aware lagi karena sampah ini masih jadi momok kita, makanya kita adakan dipusat kota supaya terlihat masyarakat,” terangnya.

“Ke depannya, kalau saya lihat antusias komunitas ini mungkin bisa aja beberapa bulan sekali nanti bisa juga diinisiasi oleh komunitas lain,” tutup Yulan.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *