oleh

32 KPM-PKH Lepas dari Program Bansos di Kecamatan Sebatik Timur

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Sosial provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melaui Dinas Sosial Kabupaten Nunukan  mencatat sebanyak 32  dari 300 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) graduasi atau lepas dari program bantuan sosial, di Kecamatan Sebatik Timur.

Hal ini dikarenakan KPM telah mampu dan tidak ada lagi jadi komponen penerima atau tanggungan. Maka secara otomatis mereka bukan menjadi peserta PKH lagi.

Dikatakan Kasi Jaminan Sosial Keluarga, Dinas Sosial kaltara, Januarti Abella Mahdaretha mengatakan, sebanyak 32 KPM-PKH yang berada di kecamatan Santika Timur telah lepas dari program bantuan sosial namu akan tetapi dipantau.

Baca Juga :  Bupati: IKAPTK Mengakselerasi Peran Pemerintah dalam Pembangunan di Nunukan

“Kegiatan graduasi mandiri ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan komitmen dan motivasi KPM agar ke depannya bisa sukses dan bisa graduasi mandiri sejahtera,” Kata Januarti, Senin (28/9/2021).

Jadi, untuk memantau mereka maka dibentuklah AGRI PKH SAKTI (Asosiasi Graduasi Mandiri PKH Sebatik Timur ) yang mana mereka akan dapat terpantau untuk lebih maju dan berkembang karena rata-rata mereka telah memiliki usaha sendiri.

Baca Juga :  Banjir Kembali Rendam Pemukiman Warga di Sembakung

Dia juga berharap, apa yang dilakukan oleh para pendamping PKH Kecamatan Sebatik Timur agar terus berlanjut tidak hanya di wilayah kecamatan Sebatik Timur saja, Kabupaten Nunukan melainkan di seluruh wilayah Kalimantan Utara.

“Kegiatan untuk PKM PKH Graduasi Mandiri ini agar bisa berjalan setiap tahunnya dan dapat membuat semangat baru untuk PKM PKH lain agar bisa graduasi mandiri tahun depan,” imbuhnya.

Perlu diketahui , terdapat 32 KPM PKH yang mengikuti Graduasi  Mandiri dengan rincian 10 KPM berasal dari Desa Sungai Nyamuk, 10 KPM berasal dari Desa Tanjung Aru, 8 KPM berasal dari Desa Bukit Aru Indah, dan 4 KPM berasal dari Desa Tanjung Harapan.

Baca Juga :  Babinsa Koramil Sembakung Pantau Aktivitas di Pelabuhan Djangkida

Ia menyebutkan, KPM yang graduasi ada membuka industri rumah tangga, berdagang, bertani, dan lainnya. Menurutnya melalui graduasi KPM tidak bisa mengaku-ngaku kalau mereka layak menerima bansos, karena perkembangan kesejahteraannya dapat diketahui. (*)

Reporter:  Darmawan

Editor: Ramli

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *