oleh

Kisah Ardianto Sudah 5 Tahun Mengabdi Sebagai Guru Honor di Perbatasan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Ardianto (28) guru honor Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Krayan, Kecamatan Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, sudah lima tahun lebih mengabdi sebagai guru honorer di perbatasan antara Indonesia-Malaysia yakni di Krayan.

Di masa pandemi Covid-19 mereka sempat melaksanakan pembelajaran secara online selama tiga bulan, namun karena wilayah Krayan aman dari penyebaran Covid-19 maka dilakukan kembali proses Pembelajar Tatap Muka (PTM).

Proses pembelajaran online di wilayah Krayan juga terkendala dengan tidak adanya jaringan internet, bahkan siswa dari SMPN 02 Krayan sebagian tidak memiliki handphone (HP) android. “Anak-anak ini tidak memiliki hp,” kata Ardianto, Kepada benuanta.co.id, Rabu (15/9/2021)

Baca Juga :  Wabup Sampaikan Rancangan KUA dan PPAS Perubahan Anggaran ke DPRD Nunukan

Saat proses belajar online yang tidak memiliki HP android tadi hanya ikut pada temannya. Dia juga menjelaskan selama lima tahun mengabdi sebagai guru honorer di wilayah perbatasan, rumah tempat tinggal membutuhkan waktu berjam-jam baru tiba di sekolah, dengan jalan yang masih tanah dan belum beraspal.

“Jalanan yang sering kami lewati itu masih tanah liat, jika hujan lumpur inilah tantangan kami untuk mencerdaskan anak di perbatasan. Jarak dari rumah sekitar 3 kilometer baru sampai sekolah,” jelasnya.

Baca Juga :  158 Pelajar SMPN 1 Nusa Ikuti Vaksinasi Besok

Agar tidak terlambat mengajar Ardianto harus berangkat ke sekolah dari pukul 06.00 Wita, paling lambat sampai sekira pukul 07.30 jika cuaca hujan, dari rumah dia hanya menggunakan pakaian biasa. Setibanya di sekolah baru memakai seragam.

Ardianto ini memang menginginkan menjadi seorang guru di kampung halamannya untuk mencerdaskan anak bangsa. Dia mengajar dari kelas 7 hingga 9 sebagai guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).

Dengan adanya seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga honorer Ardianto tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Ia berharap bisa lulus dan diangkat menjadi guru fungsional di wilayah kabupaten Nunukan khususnya di Krayan.

Baca Juga :  Akibat Obat Medis, 4 Pegawai Bandar Udara Nunukan Terindikasi Positif Narkoba

Dia juga sudah mempersiapkan diri dan memiliki keyakinan untuk lulus, kata Ardianto menceritakan sudah lama datang di ibukota Kabupaten Nunukan,

“Sudah mau 4 pekan di Nunukan, karena dari Krayan kita harus gunakan pesawat kadang tiket itu habis makanya awal jalan, kita harus pesan dari awal. Saya juga sempat kekhawatiran karena jadwal tes sempat dimundurkan pada saat itu,” ujarnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed