oleh

PTM Digulirkan, Siswa SDN 012 Desa Binusan Dalam Kunjungi Perpustakaan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah telah mengizinkan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) namun dilakukan dengan syarat ketat, yakni harus mematuhi protokol kesehatan. Dengan dilakukannya PTM, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012 Desa Binusan Dalam, mengunjungi Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nunukan, Selasa (14/9/2021)

Kedatangan siswa SD Negeri 012 Desa Binusan Dalam di perpustakaan ini bersama mahasiswa yang sedang melakukan magang pendidikan atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nunukan. Yakni dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Universitas Ponorogo dan Universitas Negeri  Makassar, yang berjumlah 4 orang. Mahasiswa ini ditugaskan dari kampusnya ke SD Negeri 012 Desa Binusan Dalam untuk program mengunjungi perpustakaan sebagai hari kunjungan ke perpustakaan yang diperingati setiap tanggal 14 September.

Mahasiswa yang sedang mengikuti program Kemendikbud MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) dan salah satu program mahasiswa tersebut adalah kampus mengajar.

Baca Juga :  Akibat Obat Medis, 4 Pegawai Bandar Udara Nunukan Terindikasi Positif Narkoba

Dijelaskan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Jesica bahwa kampus mengajar ini sudah 3 kali dilaksanakan pertama kampus mengajar perintis, kampus mengajar bacth 1 dan yg sekarang kampus mengajar bacth 2 mulai bulan Agustus – Desember 2021.

Ia menegaskan kedatangan mereka bukan utusan dari kampus, melainkan langsung dari Kemendikbud sendiri. Sasaran sekolah untuk kampus mengajar sendiri adalah sekolah yang tergolong dalam tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

“Program kerja utama kami ada 3 yang telah ditetapkan oleh kemendikbud yakni salah satunya adalah Pembelajaran (Peningkatan Literasi dan Numerasi), ke-dua adaptasi teknologi, dan yang ketiga itu administrasi sekolah,” jelas Jesica, kepada benuanta.co.id.

Sementara itu, guru SD Negeri 012 Desa Binusan Dalam, Ponima, S.Pd mengatakan, tujuan mengajak anak-anak mengunjungi perpustakaan untuk melakukan proses belajar mengajar dan juga memperkenalkan perpustakaan yang ada di Kabupaten Nunukan.

Baca Juga :  Pelajar Sudah Vaksin Bisa Belajar Tatap Muka di Sekolah

“Ada 18 siswa yang ikut mengunjungi perpustakaan, mereka juga bejalan mulai dari cara menulis, membaca bahkan mereka juga diajar untuk berpantun dan baca puisi,” ujar Ponima.

Dia menjelaskan, adanya pembelajaran seperti ini membuat anak-anak menjadi sangat senang, karena di Desa Binusan Dalam sendiri tidak memiliki signal yang memadai selama pandemi Covid-19. Terlebih, pembelajaran hanya diberikan tugas seminggu dua kali untuk datang ke sekolah. Selama ini medan dan cuaca juga salah satu kendala, sehingga siswa tidak dapat turun ke sekolah karena jalan yang berlumpur dan licin.

“Kami mendatangi mereka kerumah-rumah satu persatu untuk membagikan tugas, ini kami lakukan agar anak-anak tidak ketinggalan mata pelajaran,” jelasnya

Dengan mengunjungi perpusatakaan ini, siswa juga bisa bebas membaca buku. Sebab, di SD Negeri 012 Desa Binusan Dalam sangat terbatas dalam jumlah buku.

Baca Juga :  Mengenang Sosok Mantan Wakil Bupati Nunukan Faridil Murad

Selain itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nunukan, Umboro Hadi Susino, membenarkan bahwa adanya kunjungan dari SD Negeri 012 Disa Binusan Dalam untuk melaksanakan proses pembelajaran di perpustakaan.

“Banyak yang ingin datang ke sini sekitar 40 orang. Namun saya larang karena ini masih pandemi, kami tidak inginkan mereka berkurumun, yang hadir ini hanya terbatas besok juga masih ada,” kata Umboro Hadi Susino

Para siswa yang mengikuti proses belajar mengajar di perpusatakaan ini sama halnya seperti di sekolah, namun yang berbeda  hanya ruang kelasnya. Hal itu dilakukan agar murid lebih santai dalam mengikuti pelajaran dan diharapkan tidak tegang seperti di dalam kelas. (*)

Reporter : Darmawan

Editor : Yogi Wibawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed