oleh

Bupati dan Wabup Nunukan Ikuti Pembekalan Kepala Daerah dari Mendagri Secara Daring

benuanta.co.id, NUNUKAN – Setelah ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih dan dilantik beberapa bulan lalu, kini pasangan dengan jargon Amanah itu Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid dan Wakil Bupati H. Hanafiah mengikuti pembekalan kepala daerah hasil Pilkada 2020 yang diselenggarakan secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri, Senin (13/9/2021), hari kemarin.

Tujuan diberikannya pembekalan kepala daerah adalah dari hasil Pilkada 2020 berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, ada yang berasal dari birokrat, ASN, pengusaha, bahkan artis, sehingga tidak sedikit kepala daerah dan wakil kepala daerah yang belum terlalu memahami tugas, maupun hak-hak dan kewajibannya.

Disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selain punya kekuasaan (power) dan pengikut (follower), maka seorang kepala daerah juga harus punya konsep, apa yang akan dilakukan bagi masyarakat selama menjabat nanti.

“Konsep ini sangat penting, karena tanpa konsep maka akan serabutan, kemudian tidak sistematis apa yang dikerjakan. Sampai habis masa jabatannya tidak mengerti apa yang ingin dicapainya,” kata Tito.

Dia berpesan agar antara kepala daerah dan wakil kepala daerah selalu rukun dan saling bersinergi dengan baik. Jangan sampai, katanya, antara kepala daerah dan wakil kepala daerah saling menyerang dengan pernyataan negatif di media massa dan dilihat oleh masyarakat. “Ini tidak sehat, dan pemerintahan akan selalu diwarnai konflik,” tegasnya.

Pembekalan kepala daerah ini direncanakan akan dilakukan melalui pembelajaran secara virtual selama 5 hari, dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi selama 2 minggu, dan paparan rencana aksi selama 3 hari. Pelaksanaan pembekalan juga akan dipisahkan, antara kepala daerah dan wakil kepala daerah petahana dan non petahana.

Terpisah, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid mengatakan saat ini dia dan wakilnya yakni H. Hanafiah mengikuti pembekalan kepemimpinan, yang diadakan oleh kementrian, tidak hanya mereka tapi seluruh Indonesia pada kepala daerah hasil Pilkada 2020.

“Jadi kita itu seperti diklat kalau di kepegawaian. Sedangkan materinya lebih kepada tugas tugas dan fungsi kepala daerah. Terkait rencana aksi itu lebih kepada visi dan misi yang akan kita jabarkan,” jelasnya kepada benuanta.co.id.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed