oleh

Ketua IDI Kaltara: Air Kelapa Menghilangkan Efek Vaksin, HOAX!

benuanta.co.id, TARAKAN – Banyaknya stigma masyarakat yang mengatakan bahwa meminum air kelapa sebelum dan sesudah vaksin dapat menghindari efek Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi) dan racun.

Hal ini pun ditepis oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Utara, dr. Franky Sientoro meminum air kelapa atau tidak sama sekali tidak membawa pengaruh apapun setelah divaksin.

“Tidak, tidak usah minum buat apa juga tidak berpengaruh juga, tapi kalau mau minum ya silahkan yang pasti tidak berpengaruh apapun,” ujarnya, Ahad (12/9/2021).

Baca Juga :  Usai Pembangunan Turap, DKP Kaltara Pastikan Nelayan Masih Bisa Parkir Perahu di Perikanan
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara, dr. Franky Sientoro.

Direktur Utama RSUD Tarakan ini malah lebih menganjurkan minum air putih untuk memberi efek dingin pada tubuh setelah divaksin.

“Kalau lebih bagus air putih aja yang banyak itu, kan tubuh sedang hangat minum air putih lebih segar,” tambahnya.

Menurut pandangan medisnya, tidak ada makanan atau minuman yang dapat mencegah efek Kipi pada vaksin.

Baca Juga :  Muswil I IPSS Kaltara, Lahirkan Pemimpin Muda yang Siap Bangun Ekonomi

“Ya tidak ada lah minum begitu tidak berpengaruh, Kipi itu tidak menyebabkan orang sampai meninggal yang ada hanya bengkak-bengkak saja sama demam,” terangnya.

Dikutip dari laman antaranews.com, Dokter ahli penyakit dalam Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh Edi Hidayat mengatakan vaksin yang sudah disuntik tersebut bukan racun seperti yang selama ini disangka oleh sebagian besar masyarakat di Tanah Air.

Baca Juga :  Pemkot Tarakan Belum Respon Serius Pengalihan Kelola KKMB dari Pemprov

“Jadi, jangan berpikir minum air kelapa untuk menetralisasi racun. Vaksin itu bukan racun,” kata Edi Hidayat menegaskan.

Namun, bagi masyarakat yang gemar meminum air kelapa untuk meningkatkan imunitas, hal tersebut boleh-boleh saja. Asalkan masyarakat tidak berpikir bahwa dengan meminum air kelapa akan menurunkan fungsi vaksin COVID-19. Itu adalah kekeliruan dan sama sekali tidak benar,” katanya. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed