oleh

Kambing Boer Dijadikan Pilot Project Peternakan di Bulungan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kambing Boer di Bulungan Mandiri Farm (BMF) menjadi peternakan pertama di Provinsi Kaltara yang menerapkan sistem teknologi. Pasalnya, pakan ternaknya ditanam langsung untuk memenuhi kebutuhannya.

Pemilik Bulungan Mandiri Farm, Cheito Karno atau Ashe mengatakan kehadiran peternakan Kambing Boer di Kabupaten Bulungan bertujuan untuk membantu program Pemerintah Kabupaten Bulungan dan Pemerintah Provinsi Kaltara.

“Ini untuk mewujudkan kedaulatan pangan di sektor daging. Saat ini kami melihat potensi yang begitu besar yang ada di wilayah kami dan teman-teman peternak belum membooming untuk beternak kambing Boer ini,” ungkap Cheito Karno kepada benuanta.co.id, Sabtu 11 September 2021.

Untuk itu dirinya memprakarsai membuat sampel peternakan untuk Breeding, pengembangbiakan dengan mengambil jenis Kambing Boer, alasannya jenis ini merupakan kambing pedaging. Asalnya sendiri dari Afrika Selatan diimpor melalui Australia masuk ke Indonesia melewati Jakarta dan Surabaya.

Baca Juga :  UKW LSPR, Sekprov Harapkan Wartawan Kaltara Makin Kompeten dan Profesional

“Kambing ini kami ambil datangkan dari Blitar yang notabenenya daerah Peternakan Kambing Boer. Kami ingin ini (Kambing Boer) menjadi pilot project di Bulungan dan Kaltara,” jelasnya.

Ashe begitu ia akrab disapa menuturkan sebelum berdirinya peternakan ini, dirinya melakukan konsultasi dengan Bupati Bulungan Syarwani dan Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala, hingga akhirnya kedua orang tersebut memberikan nama Bulangan Mandiri Farm.

“Bulungan Mandiri Farm berdiri pada bulan Februari 2021 dengan penyiapan lahan seluas 4 hektare. Setengah hektare kami siapkan untuk kandang dan rumah jaga lalu 2,5 hektare untuk tanaman rumput Pakchong dan 1 hektare lagi kami tanami Indigofera,” sebutnya.

Baca Juga :  Usai Pembangunan Turap, DKP Kaltara Pastikan Nelayan Masih Bisa Parkir Perahu di Perikanan

Kata dia, 2 jenis tanaman ini menjadi andalan pakan ternaknya, karena miliki nutrisi yang sangat tinggi. Rumput Pakchong sendiri nutrisi proteinnya sebesar 16,45 persen dan tanaman Indigofera sebesar 27 persen. Mengenai hal itu, pihaknya akan mengedukasi peternak jika ingin mengembangkan usaha harus menyiapkan bahan pakan terlebih dahulu.

“Makanya peternak lain kalau ingin beternak siapkan dulu pakannya sehingga memudahkan kita untuk beternak,” sebutnya.

Cheito Karno mengatakan, Kambing Boer yang ada saat ini datang ke kandang baru pada bulan Juni lalu. Dengan populasi betina F1 Cross Boer sebanyak 76 ekor dan pejantannya ada 5 ekor. Beratnya sendiri untuk F1 bisa mencapai 120 kilogram.

Baca Juga :  Potensi Gangguan Jaringan, Tes SKD Hari Ini Digeser Pada Sesi Akhir

Adapun keunggulan kambing ini tidak sulit soal pakan dan semua jenis pakan bisa digunakan, jumlah karkasnya sendiri itu sekitar 40 hingga 60 persen dari berat tubuh serta memiliki daya tahan tubuh yang tinggi.

“Jadi populasi kita baru sekitar 80 ekor, ke depannya kandang kita bisa menampung sekitar 450 ekor dengan stok pangan saat ini bisa memenuhi 450 ekor ternak,” paparnya.

Ashe menambahkan saat ini pihaknya belum berpikir untuk memasarkannya, tapi fokus pada pengembangan terlebih dulu sembari membantu peternak lain dengan anakannya.

“Pastinya kalau sudah berkembang itu nanti betinanya sekitar Rp6 juta-an. Saat kita punya mitra 10 yang tersebar di beberapa kecamatan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed