oleh

Tidak Hanya Profesional, Anda Pun Bisa Menjadi Peran Penting Dalam Mencegah Terjadinya Kasus Bunuh Diri

Oleh:

Tri Mahardika Dewi, Psikolog.
Founder dan Psikolog Klinis Pusat Layanan Psikologi Balanceway Indonesia.

PADA 10 September, merupakan World Suicide Prevention Day. Tiap tahunnya angka kematian terus meningkat. Tidak hanya berpusat di beberapa negara, usia, jenis kelamin tertentu tapi menyebar di berbagai kalangan. Fenomena ini kemudian menjadi perhatian dunia, dimana bunuh diri menjadi salah satu angka kematian manusia yang mengalami peningkatan signifikan dan perlu ditangani.

Kasus bunuh diri dapat dicegah. Kebanyakan orang dengan kecenderungan bunuh diri tidak benar – benar menginginkan kematian., mereka hanya mencoba untuk menghindari hidup yang dipenuhi dari rasa sakit yang mereka rasakan. Dimana rasa sakit ini seringnya tidak bisa dideskripsikan dan digambarkan sehingga mereka kebingungan dalam mencari cara mengatasinya.
Mengajak orang dengan kecenderungan bunuh diri untuk berbicara mengenai pemikiran dan perasaan mereka dapat memberikan dampak besar dalam mencegah terjadinya tindakan bunuh diri. Meskipun anda bukan merupakan tenaga ahli professional di bidang kejiwaan, jangan meremehkan kemampuan anda sebagai makhluk sosial yang memiliki kemampuan mendengar dan empati yang luar biasa.

BAGAIMANA SAYA BISA MENGETAHUI SESEORANG MEMILIKI PEMIKIRAN ATAU KECENDERUNGAN BUNUH DIRI?

Kebanyakan orang dengan kecenderungan bunuh diri tidak meminta pertolongan secara langsung, akan tetapi seringkali mereka memberikan tanda – tanda yang cukup khas untuk menunjukkan kondisi mereka yang membutuhkan pertolongan. Biasanya mereka akan menunjukkan perubahan suasana hati, tingkah laku yang tidak biasa, bahkan perubahan penampilan.

Baca Juga :  Selamat Mengabdi Ketua AS

Berikut beberapa contoh perilaku yang dapat menjadi tanda “alarm” yang dapat diwaspadai :

– Pernyataan merasa tidak memiliki harapan, tujuan hidup atau merasa tidak berharga.

– Tidak memiliki ketertarikan terhadap masa depan, atau membicarakan hal – hal yang ia senangi.

– Menyatakan kesepian atau ketakutan akan ditinggalkan.

– Menyatakan bahwa ia merasa gagal dalam menjalani kehidupannya.

– Sering membicarakan hal – hal yang membuatnya trauma di masa kini / masa lalu.

– Merasa bahwa orang lain / dunia akan lebih baik tanpa keberadaannya.

– Menghindar dari orang – orang terdekat.

– Kurang nafsu makan, atau tiba – tiba saja menjadi terlalu banyak makan.

– Dsb

Dalam beberapa situasi terdapat pula beberapa orang yang menyatakan langsung keinginannya untuk mengakhiri hidup, seperti menyatakan dengan lugas keinginan untuk mati ataupun menyatakan secara tersurat bahwa akan baik bila dirinya lenyap dari dunia. Bahkan terkadang hal ini disampaikan tidak selalu dengan wajah yang tertekan, kadang lewat candaan atau sekilas pertanyaan iseng seperti, “kalau saya sudah ga ada di dunia kamu bakal gimana?” atau “ setelah kematian kira – kira akan ada kehidupan lagi ga ya?”.

Dalam situasi lainnya, ada juga yang menitipkan barang kesayangan atau binatang peliharaan kepada rekan / keluarga dengan dalih apabila ia harus pergi jauh. Beberapa indikasi di atas jangan diabaikan karena biasanya merupakan sinyal kuat permintaan tolong dari mereka yang tengah tersiksa akan rasa sakit dan ingin mengambil jalan singkat karena rasa frustrasi.

Baca Juga :  Selamat Mengabdi Ketua AS

Tanda yang muncul mungkin tidak akan serempak keluar, bisa Sebagian, bahkan bisa tidak sama sekali. Hal ini akan sangat dipengaruhi oleh karakter, lingkungan dan budaya. Akan tetapi pengetahuan akan hal ini, dapat membuat kita sebagai bagian dari masyarakat menjadi lebih peka untuk mengenali masalah pada orang – orang terdekat di sekitar kita.

APABILA SAYA MEYAKINI ORANG TERDEKAT SAYA MEMILIKI KEINGINAN BUNUH DIRI, APA YANG SAYA DAPAT LAKUKAN?

Menghubungi tenaga professional dan layanan Kesehatan psikis yang sekarang cukup banyak tersedia tentu merupakan pilihan yang ideal. Akan tetapi, pada kenyataanya tidak semudah itu. Seringnya orang dengan kecenderungan bunuh diri kerap menghindari pertolongan dan berinteraksi dengan orang lain terutama yang tidak ia kenali. Sangat mungkin anda akan mengalami penolakan saat mengajaknya ke tenaga professional.

Belum lagi, apabila anda menghadapi situasi kritis dimana orang tersebut telah mengambil keputusan untuk benar – benar mengakhiri hidup. Eksekusi bisa terjadi kapan saja, dan anda tidak akan memiliki waktu untuk meninggalkannya.

Untuk itu apa yang anda dapat lakukan? Berikut beberapa langkah sederhana sebagai first aid yang penting anda ketahui untuk dapat menolong mereka :

1. Dekati mereka, dan tanyakan pemikirannya. Apakah ia benar – benar merasakan keinginan untuk bunuh diri. Tanyakan dengan tenang namun lugas hal ini akan membantunya untuk mulai menceritakan pemikirannya.

Baca Juga :  Selamat Mengabdi Ketua AS

2. Tanggapi dengan penuh perhatian namun jangan berikan penilaian atau pandangan apapun, fokuskan diri anda untuk mendengarkan sepenuhnya dan memastikan ia merasakan ada anda untuknya.

3. Jangan memberikan banyak pertanyaan, ini hanya akan menimbulkan kecemasan baru untuknya. Fokus saja untuk menampilkan rasa empati anda kepadanya.

4. Pastikan benda tajam dan berbahaya telah aman dari area. Jangan tinggalkan ia sendirian.

5. Apabila ia telah tenang, coba ajak untuk memperoleh bantuan ke tenaga professional.

Perlu diingat, keinginan bunuh diri seringkali muncul sementara dan dapat diatasi saat yang bersangkutan berhasil lebih tenang. Dengan Teknik mendengar ini dapat meningkatkan potensi kesadaran dan kemampuan berpikirnya membaik dan menghentikan keinginan kuatnya untuk bunuh diri saat itu.

Namun, bisa saja keinginan itu muncul lagi. Untuk mengatasinya interaksi dengan tenaga professional di kemudian hari tentu sangat dibutuhkan agar dapat mengurai akar permasalahannya dengan lebih spesifik.

Akan tetapi keberadaan anda yang melakukan first aid tidak akan bisa tergantikan, kepedulian anda akan orang di sekitar anda dapat menentukan terselamatkannya nyawa. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh anda.
Mari lebih peka dan peduli dengan orang terdekat kita, keberadaan kamu dan dirinya sama – sama berharga.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed