Kabupaten Tana Tidung Paling Rawan Gempa, Begini Penjelasan BMKG

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan mencatat Kabupaten Tana Tidung (KTT) merupakan salah satu wilayah rawan gempa di Kaltara.

Diterangkan Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi sejak Februari hingga Agustus 2021 total gempa menggucang Kaltara sebanyak lima kali.

“Sesuai catatan kami dalam bulan Februari hingga Agustus sudah lima kali gempa termasuk yang terakhir sore-sore waktu itu,” ujarnya, Minggu (5/9/2021).

Baca Juga :  Jelang Imlek, Permintaan Kue Keranjang di Tarakan Meningkat

Meski hanya berskala kecil, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap berhati-hati.

Dalam riwayat sejarah, Khilmi menuturkan kepada benuanta.co.id, untuk Kota Tarakan sendiri pernah diguncang gempa berkekuatan 7.0 skala ritcher dan disusul 6.8 yang sempat berpotensi tsunami.

“Tarakan pernah diguncang 7.0 ya dan 6.8 itu berpotensi tsunami dan menimbulkan kerusakan parah pada waktu itu,” tuturnya.

Baca Juga :  Jelang Imlek dan Ramadan, Harga Bahan Pokok di Pasar Gusher Stabil

Ia menjelaskan, gempa terjadi akibat adanya pergesekan antara lempeng-lempeng pada dasar bumi.

Lanjutnya, untuk Kaltara sendiri daerah yang sangat rawan terjadi gempa ialah Kabupaten Tana Tidung.

Berdasarkan penelitian para ahli gempa, hal ini diakibatkan susunan tanah yang ada di KTT memiliki susunan yang tidak stabil diantara kabupaten kota lainnya.

Bahkan pada saat kejadian gempa tahun 2015, KTT mengalami kerusakan bangunan yang paling parah.

Baca Juga :  Penataan PKL Sekitar Bandara Juwata Dikaji, Pedagang Minta Kebijakan Jam Operasional

“Kita bicara yang paling tunggu potensinya itu KTT, menurut peneliti susunan tanah di sana paling tidak stabil,” tutupnya. (*) 

 

Reporter : Endah Agustina

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *