oleh

Tanjung Selor Deflasi Minus 0,41 Persen, Ini Faktor Penyebabnya

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dalam memantau indeks harga konsumen (IHK) di pasaran, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan melakukan pendataan. Hingga akhirnya dilakukan rilis dan disimpulkan pada bulan Agustus 2021 terjadi deflasi di Kota Tanjung Selor.

“Kota Tanjung Selor pada bulan Agustus 2021 mengalami deflasi sebesar -0,41 persen atau terjadi penurunan IHK sebesar 103,65 pada bulan Juli 2021 menjadi 103,23 pada bulan Agustus 2021,” ungkap Kepala BPS Bulungan Maibu Barwis Sugiharto kepada benuanta.co.id, Jumat 3 September 2021.

Sedangkan untuk inflasi tahun kalender sebesar 0,74 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,73 persen. Kata dia, tingkat deflasi di Kota Tanjung Selor dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -1,38 persen.

Baca Juga :  Polres Bulungan Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Rayakan Nataru Jangan Berlebihan

Lalu di kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar -0,12 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,07 persen.

“Begitu juga kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar lainnya dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,01 persen,” ucapnya.

Maibu mengatakan hal ini juga dipengaruhi oleh beberapa kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami kenaikan indeks harga, antara lain kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,06 persen.

“Sedangkan 4 kelompok lainnya, yakni kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya, kelompok pendidikan dan kelompok
Penyediaan makanan dan minuman mengalami kenaikan indeks harga yang sangat kecil yaitu 0,00 persen,” bebernya.

Baca Juga :  Curi Motor di Tanjung Selor Jual ke Samarinda, Pelakunya Ditangkap di Malinau

Pada bulan Agustus 2021 yang memiliki andil dominan terhadap penyumbang deflasi
adalah kelompok makanan, minuman dan tmbakau sebesar -0,389 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar -0,007 persen.

Kemudian melompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,004 persen, kelompok perumahan,  air, listrik dan bahan bakar lainnya sebesar -0,002 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,001 persen.

“Ada 10 jenis barang atau jasa penyumbang tertinggi inflasi di Kota Tanjung Selor adalah ikan layang sebesar 0,052 persen, ikan tongkol sebesar 0,020 persen, bawang putih sebesar 0,019 persen, kerupuk dan jagung manis sebesar 0,008 persen, daun singkong sebesar 0,007 persen, kentang sebesar 0,005 persen, televisi berwarna sebesar 0,005 persen, ketimun sebesar 0,004 persen dan daun pakis sebesar 0,002 persen,” sebutnya.

Baca Juga :  Rekor Tercepat, Program BSPS Kalimantan Utara Selesai 100 Persen

Dia menambahkan untuk penyumbang deflasi tertinggi juga ada 10 jenis ayam hidup sebesar -0,002 persen, bumbu masak jadi sebesar -0,003 persen, daun katuk sebesar -0,003 persen, Ikan kembung sebesar -0,004 persen, kol putih sebesar -0,004 persen, tomat sebesar -0,009 persen, ikan Bandeng sebesar -0,020 persen, sawi hijau sebesar -0,024 persen, cabai rawit sebesar -0,188 persen
dan daging ayam ras sebesar -0,313 persen. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *