oleh

Membebani Siswa dengan Banyak Tugas, DPRD Malinau dan Disdik Minta Guru Lebih Inovatif

Ketua DPRD Malinau Ping Ding

benuanta.co.id, MALINAU – Ketua DPRD Kabupaten Malinau Ping Ding, tekan Pemerintah Kabupaten(Pemkab), untuk segera mengatasi masalah jaringan yang ada di wilayah Kabupaten Malinau.

Menurut Ping, saat ini mayoritas sekolah yang ada di Malinau, lebih menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh(Jauh), dari pada pembelajaran tatap muka, sehingga kebutuhan jaringan internet menjadi kebutuhan wajib yang harus tersedia di Kabupaten Malinau.

“untuk wilayah Malinau kota saja, jaringannya terkandang mengalami masalah. Apalagi untuk wilayah diluar Malinau kota, maka dari itu saya berharap pemerintah bisa menangani hal ini,” kata Ping, jumat(03/09/2021).

Baca Juga :  Tak Ingin Ada Masalah, Wagub Ingatkan Kontraktor Berhati-hati dalam Mengerjakan Proyek

Tak hanya itu, Ping juga menekan para tenaga guru untuk menciptakan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif serta tidak membebankan peserta didik dengan tugas belajar yang menumpuk.

Ping mengungkapkan saat ini, dirinya banyak mendengar keluhan orang tua siswa dan siswa, terkait PJJ yang terkadang membuat siswa terbebani.

“Memang hal ini harus kita perhatikan dan saya juga sudah menyampaikan hal ini kepada kepala dinas pendidikan dan beliau memang menyadari hal itu, sebagai kekurangan dari sistem PJJ,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Dinkes Malinau Targetkan 70% Masyarakat Malinau Divaksinasi

“Maka dari itu, kita sangat memperhatikan problem ini, dimana kita harus mendengarkan pendapat tenaga didik untuk dicarikan solusinya,” ungkapnya.

Disisi lain, kepala dinas pendidikan Malinau Fureng Mou, membeberkan kendala yang dialami siswa selama menjalankan PJJ.

Diakui Fureng, dirinya sangat banyak menemukan masalah serupa, dimana ada beberapa tenaga diri yang sulit beradaptasi dengan sistem PJJ.

Baca Juga :  UMKM di Malinau Dinilai Tumbuh Sehat, Ini Kata Pelaku UMKM

“Memang ada kita temu beberapa kasus seperti ini dan guru-guru itu kita tegur untuk diberikan pemahaman. Pasalnya PJJ dengan belajar normal itu berbeda, jadi dalam PJJ guru juga tidak boleh serta-merta langsung memberikan tugas kepada murid, apalagi tugas yang banyak, perlu adanya edukasi yang lebih kepada murid, selama menjalankan PJJ,” tutupnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *