oleh

Laura Luncurkan Konseling Keluarga Secara Online dan Offline

benuanta.co.id, NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid meluncurkan perlindungan perempuan dan anak melalui konseling keluarga secara online ataupun offline (PAPA KOE) pada Jumat, 3 September 2021.

Peluncuran itu dilakukan di Kantor Bupati Nunukan lantai 5, yang disaksikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Nunukan Serfianus, dan Asisten Administrasi umum H. Asmar, dan juga kepala DP3AP2KB Kabupaten Nunukan, Faridah Aryani, selaku penggagas PAPA KOE.

Bupati Laura menyampaikan, tidak sedikit orang tua yang tidak paham cara mendidik anak dengan baik dan benar. Seorang anak harus pintar, rajin, dan patuh serta menurut kepada orang tuanya. Jika tidak, maka anak harus dihukum dan dipukul. Padahal, boleh jadi si orang tua juga tidak menjalankan semua kewajibanya dengan sungguh sungguh.

Baca Juga :  BNPB: Waspada Bencana Banjir dan Longsor, di Kaltara Daerah Sembakung Banjir

Persoalan persoalan semacam inilah yang selama ini banyak terjadi di tengah masyarakat, belum lagi praktek perdagangan manusia ke Negara tetangga Malaysia. Di mana hampir seluruh korbanya adalah perempuan, pernikahan anak di bawah umur yang membahayakan kesehatan pihak perempuan, dan masalah-masalah yang lain.

“Melihat persoalan itu anggota-anggota di dalam keluarga harus mencari solusi. Sedangkan pihak luar hanya bisa bertindak sebagai mediator, sebagai konselor, sebagai pihak yang memberi konsultasi, memberi masukan, saran dan bimbingan. Namun pada akhirnya yang menjalankan adalah keluarga itu sendiri,” kata Laura.

Baca Juga :  Ketetapan UMK 2022, Nunukan Menunggu Arahan Pemprov Kaltara

Menurut Laura, apa yang dialkukan DP3AP2KB Kabupaten Nunukan ini sangat tepat dan sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin berkeluh kesah dan mencari solusi, maka dibentuklah pelayanan konseling perlindungan perempuan dan anak secara online majupun offline.

Melalui pelayanan itu, masyarakat bisa mengadukan persoalan yang tengah dialaminya. Apakah itu persoalan kekerasan dalam rumah tangga, perebutan hak asuh anak dan harta waris saat terjadi perceraian, konsultasi pernikahan anak di bawah umur dan lain sebagainya. Di sisi pemerintah bisa memberi bimbingan, masukan, menjelaskan sebagainya.

Baca Juga :  Alumni dari Jerman Promosikan Tradisi Tidung ke Eropa

“Pelayanan konseling perlindungan perempuan dan anak ini akan efektif jika pihak pihak yang mengadukan masalahnya mau melaksanakan saran yang diberikan oleh konselor dengan sungguh-sungguh,” jelasnya.

Laura juga mengingatkan apabila ada dua pihak yang bertikai, maka dua-duanya harus datang dan melaksanakan saran dan masukan tersebut. Jika tidak maka segala saran dan masukan yang diberikan tidak akan membawa dampak yang berarti.

“Saya percaya inovasi pelayanan konseling perlindungan perempuan dan anak ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga kehidupan keluarga dan anak anak kita semakin baik,” imbuhnya. (*)

 

Reporter: Darmawan

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *