oleh

Kesembuhan Meningkat, Masyarakat Bulungan Miliki Kesadaran Tinggi soal Prokes

benuanta.co.id, BULUNGAN – Menjelang berakhirnya penerapan PPKM di Bulungan 6 September 2021 mendatang. Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Bulungan di klaim menurun, hal ini terlihat dari angka kesembuhan yang terus bertambah dibandingkan dengan penambahan kasus aktifnya.

“Saya yakini hari ini, penurunan sebaran Covid-19 lebih besar karena adanya faktor kesadaran masyarakat,” ungkap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, Jumat 3 September 2021.

Kata dia, peran petugas dalam mendisiplinkan masyarakat untuk taat protokol kesehatan tak akan berhasil, jika masyarakat tidak memiliki kesadaran penuh dan kepatuhan terhadap kondisi ataupun bahaya dari Covid-19 ini.

Baca Juga :  Pemkab Bulungan Libatkan Perusahaan Perbaiki Jalan dan Jembatan Salimbatu

“Saya pantau warga di Tanjung Selor kemanapun minimal sudah menggunakan masker. Angka memang tidak ada namun sudah patuh,” jelasnya.

Dia menuturkan data yang dirilis oleh Satgas Penanganan Covid-19 Bulungan pertanggal 2 September saja, angka kesembuhan mencapai 139 orang. Jika ditotalkan dengan angka kesembuhan sejak tahun 2020 kini mencapai 9.189 orang.

“Jadi makin meningkat, saya berharap dengan makin banyak masyarakat Bulungan yang sembuh, ini akan mempercepat penurunan angka kasus Covid-19 di Bulungan. Walaupun kemarin ada tambahan kasus aktif sebanyak 73 orang,” bebernya.

Baca Juga :  Sambut Hari Jadi Bulungan dan Tanjung Selor, Pemkab Lakukan Pemberian 10 Ribu Vaksin 

Syarwani menyebutkan jika penanganan Covid-19 di Bulungan memang beragam, banyak diantara desa itu masih melakukan pengetatan. Diantaranya desa-desa di hulu Kecamatan Peso, masih ketat untuk akses keluar masuknya.

“Ini kebijakan lokal yang dilakukan di Kecamatan Peso, warga yang hilir mudik masih harus memperlihat hasil rapid antigen,” ujarnya.

Kebijakan tentunya untuk melindungi masyarakat agar tidak terpapar Covid-19, dirinya pun beberapa hari lalu melaksanakan kunjungan kerja di Kecamatan Peso harus memperlihatkan hasil negatif rapid antigen.

Baca Juga :  Bupati Bulungan Bersama Rombongan Ziarah Makam Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas

“Masih berlaku sampai hari ini untuk tes rapid antigen. Saya saja pakai saat kunjungan ke sana,” bebernya.

Dirinya menanggapi hingga hari ini Bulungan masih zona merah, sedangkan Bulungan tengah menerapkan PPKM Level 3. Hal ini lantaran harus ada kesesuaian data yang dirilis oleh Kabupaten Bulungan dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara.

“Karena kita di Bulungan itu upload itu langsung ke all record Kementerian Kesehatan, maka ini perlu di kroscek kembali. Saya sudah sampaikan kepada Kadis Kesehatan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *