oleh

Modus Penipuan Pakai Nama Kepala Sekolah, Disdikbud Kaltara Instruksikan Sekolah Bikin Surat Edaran

benuanta.co.id, BULUNGAN – Beragam modus penipuan, kasus kali ini mengatasnamakan guru SMK Negeri 3 Tanjung Selor hingga melakukan penipuan berupa permintaan uang pulsa kepada siswa.

“Kami dapatkan laporan jika sekolah kami SMKN 3 Tanjung Selor mengalami penipuan mencapai jutaan rupiah,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kaltara Amat, M.Pd kepada benuanta.co.id, Kamis 2 September 2021.

Tak ingin banyak jatuh korban, pihaknya pun menginstruksikan seluruh kepala sekolah SMK di seluruh Kaltara agar mengingatkan semua anak didiknya. Dengan membuat surat edaran jika guru pengajar tidak pernah meminta kepada anak didiknya agar memberikan uang.

Baca Juga :  Tak Dapat Jaringan Internet, Sekolah Kampung di Nunukan Ini Rindu PTM hingga Bagikan Materi ke Siswa

“Saya mengantisipasi jangan sampai nanti korban bertambah banyak. Untuk itu saya sudah minta seluruh kepala sekolah membuat surat edaran kehati-hatian,” ujarnya.

Kata dia, dirinya wajib selaku pembina SMK harus mengingatkan kepala sekolahnya, pasalnya yang memiliki tanggungjawab adalah sekolah. Terlebih saat ini Kemendikbud memberikan pulsa kepada para pelajar, tentu cara ini rentan disusupi oleh orang tak bertanggungjawab untuk menipu.

Baca Juga :  Jokowi Kembali ke Kaltara, Agenda Utama Ground Breaking KIPI

“Ini saya pakai membina sekolah saya, supaya hati-hati. Karena ini mengatasnamakan guru, dan itu adalah lembaga dan jabatan,” bebernya.

Amat menuturkan penipuan seperti ini tak hanya sekali, penipuan dengan modus meminta uang pulsa pernah terjadi hanya saja tak dilaporkan karena jumlahnya kecil.

“Kasusnya sudah di laporkan ke Polda Kaltara, saya minta juga gurunya mendampingi anak yang jadi korban di polda,” paparnya.

Baca Juga :  Gubernur Serahkan Bantuan Rp 50 Juta ke Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara

Dia menjelaskan jika pelajar SMK tersebut di hubungi oleh orang yang mengaku guru, bahwa akan mendapatkan bantuan sosial. Untuk memuluskan bantuan tersebut, orang yang menghubunginya meminta uang.

“Padahal kasihan anak ini ibunya baru saja meninggal dunia. Anak ini tidak tahu suara gurunya karena jarang ketemu, saya juga agak geram dengan tindakan pelaku yang tidak memiliki perasaan,” tutupnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *