oleh

Hari Terakhir Laporan Progres KIPI Ke Pusat, Dilakukan Berjenjang Lewat Gubernur

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten Bulungan masih optimis jika Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi bertahan. Pasalnya dari berita yang ada jika tidak melaporkan progres yang dilakukan investor di lapangan, maka KIPI terancam keluar dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Hari ini, 31 Agustus 2021 adalah hari terakhir bagi investor melaporkan progresnya kepada Pemkab Bulungan.

“Mudah-mudahan dalam tahun ini sudah mulai kegiatan ground breaking. Soal deadline, hari ini terakhir, ini berjenjang saya dari Pemkab Bulungan tidak menyampaikan langsung kepada Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi tapi melalui Gubernur Kaltara,” ungkap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, Selasa 31 Agustus 2021.

Baca Juga :  Sambut Hari Jadi Bulungan dan Tanjung Selor, Pemkab Lakukan Pemberian 10 Ribu Vaksin 

Kata dia, sebelumnya Pemkab Bulungan dan Pemprov Kaltara telah membentuk tim terpadu, melaksanakan tugas meminta hasil progres kepada investor yang ada di lokasi KIPI. Investor sendiri yang terlihat ada 10 perusahaan, hasil evaluasi hanya ada 7 yang melaporkan progresnya selebihnya belum ada.

Adapun 7 perusahaan itu diantaranya PT Kayan Patria Propertindo (KPP), Al-Bassam Petroleum Equipment Company (APECO), PT Aman Mulia Gemilang, PT Kayan Patria Industri (KPI), PT Pelabuhan Indonesia, PT Indonesia Strategis Industri dan PT Ahdidaya Suryakencana.

Baca Juga :  Bupati Bulungan Bersama Rombongan Ziarah Makam Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas

Sedangkan 3 perusahaan yang belum melaporkan progres adalah PT Inalum, PT Dragon Land dan PT Dragon Signature.

“Jadi rata-rata mereka sudah memilik izin lokasi, yang kita minta progresnya. Kewenangan kita hanya di izin lokasi dan perubahan tata ruang, izin usaha dan nomor induk usaha itu wewenang pusat,” jelasnya.

Syarwani mengatakan tetap optimis, karena sudah ada progres dari beberapa investor salah satunya melakukan pembebasan lahan bahkan sudah ada yang memiliki hak guna usaha (HGU). Sedangkan 3 perusahaan yang belum, itu yang akan di follow up.

Baca Juga :  Kejar DOB Tanjung Selor untuk Persiapan Pemindahan Ibukota Kabupaten Bulungan ke Tanjung Palas

“Kita masih optimis karena ada beberapa yang sudah berprogres. Update terakhir luasan KIPI sesuai tata ruang itu 10.100 hektare,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *